Skor 10: Kutukan Aneh di Sepak Bola, Termasuk Nomor Punggung

22 Juli 2022, 11:00 WIB
Penulis: Vivaldi Yudha
Editor: Dini Wulandari
Cover artikel Romelu Lukaku.
Cover artikel Romelu Lukaku. /(Grafis: Hendy A.S./Skor.id)

  • Periode kedua Romelu Lukaku bersama Chelsea musim lalu terbilang mengecewakan.
  • Salah satu hal yang disebut sebagai faktor kegagalan Lukaku adalah nomor punggung 9 yang dipakainya.
  • Termasuk nomor punggung, berikut adalah 10 kutukan aneh di sepak bola.

SKOR.id - Setidaknya ada sepuluh kutukan aneh yang terjadi di dunia sepak bola, di antaranya nomor punggung.

Romelu Lukaku kembali ke Chelsea tahun lalu dengan status sebagai salah satu penyerang tajam di Liga Italia.

Akan tetapi, siapa sangka pembelian sebesar 97,5 juta pounds itu jauh di bawah ekspektasi Chelsea. Lukaku hanya mencetak 15 gol dari 43 penampilan.

Salah satu hal yang disebut-sebut sebagai faktor kegagalan Lukaku adalah nomor 9 yang dipakainya.

Di Chelsea, nomor punggung 9 adalah nomor keramat di mana yang memakainya tidak bisa tampil impresif, sebut saja Alvaro Morata, Radamel Falcao, hingga Steve Sidwell.

Termasuk nomor punggung, berikut adalah sepuluh kutukan aneh yang ada di sepak bola:

10. Kutukan Drake

Drake, seorang rapper asal Kanada ternyata juga membawa kutukan dalam dunia sepak bola.

Pada tahun 2019 Layvin Kurzawa mengunggah foto bersama Drake dan pada laga PSG selanjutnya lawan Lille mereka kalah 1-5.

Pada tahun yang sama Manchester City disingkirkan oleh Tottenham Hotspur di Liga Champions setelah Sergio Aguero membagikan foto bersama sang rapper.

9. Nomor Punggung 7 Manchester United

Seperti Chelsea dengan nomor sembilannya, Manchester United juga memiliki kutukan pada nomor punggung 7.

Setelah ditinggal Cristiano Ronaldo 2009 lalu, pemain yang memakai nomor tujuh selalu sial.

Michael Owen, Antonio Valencia, Angel Di Maria, dan Memphis Depay adalah para korbannya.

8. Jangan Sentuh Trofi

Di Liga Champions, ada kutukan di mana para pemain "dilarang" menyentuh trofi saat memasuki lapangan.

Kutukan ini dimulai oleh Ludovic Giuly yang menyentuh trofi Si Kuping Besar saat laga final Liga Champions 2004.

Akhirnya, AS Monaco yang diperkuat Ludovic Giuly digulung tim Portugal, FC Porto tiga gol tanpa balas.

Kejadian serupa juga terjadi di Liga Champions 2005 karena Gennaro Gattuso. Kala itu AC Milan kalah dari Liverpool.

7. Bayer "Neverkusen"

Bayer Leverkusen memiliki satu kutukan karena mereka kesulitan menjuarai Bundesliga sampai sekarang.

Pada musim 1999-2000 Bayer Leverkusen gagal menjadi juara setelah Michael Ballack mencetak gol bunuh diri pada laga terakhir. Kala itu mereka kalah selisih gol dari Bayern Munchen.

Pada 2001/02, mereka kehilangan keunggulan lima poin di puncak klasemen, kalah di final Liga Champions, dan DFB-Pokal. Sampai sekarang runner up lima kali Bundesliga itu belum pernah juara.

6. Kutukan Aaron Ramsey

Kutukan yang satu ini bisa dibilang mengerikan. Pada tahun 2018 Aaron Ramsey mencetak gol untuk Arsenal ke gawang CSKA Moskow dan gol itu disusul dengan kabar meninggalnya Eric Bristow.

Hal itu juga terjadi tahun ini ketika Ramsey mencetak gol untuk Rangers April lalu dan dan tak lama setelah itu, diumumkan June Brown – yang memerankan Dot Cotton di Eastenders – telah meninggal.

5. Kutukan 100 Tahun Birmingham City

Orang-orang Romawi yang diusir dari Birmingham pada Boxing Day 1906 untuk pembangunan Stadion St. Andrews tampaknya meninggalkan kutukan di sana.

Pada 1980-an, Ron Saunders memerintahkan agar salib diletakkan di lampu sorot dan di tahun 90-an Barry Fry sangat ingin menyingkirkan kutukan itu dengan cara buang air kecil di keempat sudut lapangan, namun juga tak berhasil.

Lima tahun setelah 100 tahun kutukan itu berlangsung, Birmingham City akhirnya menjuarai Piala Liga Inggris 2011 dengan mengalahkan Arsenal di final.

4. Kutukan Agen Yaya Toure di Manchester City

Kutukan ini dimulai pada tahun 2014 ketika Manchester City tidak memberikan kue ulang tahun untuk Yaya Toure.

Kedatangan Pep Guardiola kian menguatkan kutukan ini setelah ia mendepak Yaya Toure dari skuad Liga Champions 2015-2016.

Pada 2018 saat ia hengkang, agennya yang bernama Dimitri Seluk menyumpahi The Citizens tidak akan juara  Liga Champions di bawah Guardiola. Sejak itu mereka selalu kalah ketika memasuki semi final bahkan final.

3. Kutukan Juara Piala Dunia

Empat dari lima juara Piala Dunia terakhir tersingkir di babak penyisihan grup di turnamen berikutnya, kecuali Brasil.

Jerman menjadi negara Eropa keempat yang mengalami nasib buruk ketika mereka berada di posisi terbawah Grup F pada 2018. Sebelumnya ada Spanyol, Italia, dan Prancis.

Di Piala Dunia 2022 Prancis adalah tim yang terancam dengan kutukan ini setelah mereka menjadi juara di edisi 2018.

2. Kutukan Bela Guttman untuk Benfica

Setelah membawa Benfica juara Liga Champions pada 1960-1961 dan 1961-1962, Bela Guttman keluar karena permintaan kenaikan gajinya ditolak.

Dia menyatakan bahwa Benfica tidak akan memenangkan trofi Eropa lagi selama 100 tahun ke depan dan mereka selalu kalah pada lima final (1963, 1965, 1968, 1988, 1990).

Namun, tim muda Benfica yang menjadi juara di UEFA Youth League tahun ini akhirnya mengakhiri kutukan tersebut.

1. Kutukan Kucing Hitam di Racing Club

Pada tahun 1967, pendukung Independiente menerobos masuk ke lapangan Racing Club dan mengubur tujuh kucing hitam mati di bawah rumput mereka menyusul kemenangan perdana mereka di Copa Libertadores.

Kutukan itu tampaknya hampir berhasil pada 1976 saat Racing Club lolos dari degradasi setelah unggul satu poin.

Racing Club benar-benar terdegradasi pada tahun 1983 dan dinyatakan bangkrut pada tahun 1998.

Mereka pun menggali lapangan untuk menghilangkan kutukan tersebut, mereka menemukan sisa-sisa kucing yang dikubur pada 2001 dan mereka pun menjadi juara liga untuk pertama kalinya sejak 34 tahun terakhir.

Berita Sepak Bola Internasional Lainnya:

VIDEO: Sambil Pramusim di Jepang, PSG Rilis Jersey Tandang Terbarunya

Sadio Mane Sabet Gelar Pemain Terbaik Afrika 2022, Kalahkan Salah dan Mendy

  • Sumber: Give Me Sport
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Bola Internasional

    Sabtu, 16 Juli 2022

    Skor 8: Kenalan dengan Anak Pesepak Bola yang Punya Nama Unik

    Pesepak bola bukan hanya kreatif di lapangan, namun di luar lapangan mereka juga tipe manusia yang out of the box.

    Bola Internasional

    Senin, 18 Juli 2022

    Skor 5: Pindah ke Barcelona, Ini Momen Terbaik Robert Lewandowski di Bayern Munchen

    Setidaknya ada lima momen terbaik Robert Lewandowski selama membela Bayern Munchen.

    Bola Internasional

    Rabu, 20 Juli 2022

    Skor 8: Bintang Bermain di Klub yang Sama dengan Ayahnya

    Berikut ini adalah delapan pesepak bola yang pada akhirnya bermain di klub yang sama dengan ayahnya.

    Terbaru

    Bola Internasional

    Minggu, 25 September 2022

    Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi Sindir Real Madrid soal Perayaan di Liga Champions

    Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi mempertanyakan bagaimana Real Madrid bisa merayakan kemenangan Liga Champions musim lalu.

    Dunia

    Minggu, 25 September 2022

    Prediksi Belanda vs Belgia: De Oranje di Atas Angin, The Red Devils Butuh Keajaiban

    Belanda dan Belgia akan bertemu pada laga terakhir fase grup UEFA Nations League, Senin (26/9/2022) dini hari WIB.

    Dunia

    Minggu, 25 September 2022

    Spanyol vs Swiss: Tumbang, Luis Enrique Akui Keunggulan Sang Lawan

    Luis Enrique memberi kredit positif kepada Swiss yang sukses mengalahkan timnya.

    Dunia

    Minggu, 25 September 2022

    Jawaban Didier Deschamps Ketika Ditanya soal Peluang Olivier Giroud ke Piala Dunia 2022

    Didier Deschamps menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal terkait peluang Olivier Giroud masuk skuad Prancis untuk Piala Dunia 2022 mendatang.

    Dunia

    Minggu, 25 September 2022

    Hasil Republik Ceko vs Portugal: Selecao Pesta Gol di Fortuna Arena

    Hasil Republik Ceko vs Portugal matchday kelima UEFA Nations League.

    Dunia

    Minggu, 25 September 2022

    Hasil Spanyol vs Swiss: La Furia Roja Keok di Kandang Sendiri

    Hasil Spanyol vs Swiss di matchday kelima UEFA Nations League.

    Dunia

    Minggu, 25 September 2022

    Link Live Streaming Spanyol vs Swiss di UEFA Nations League

    Link live streaming Spanyol vs Swiss di UEFA Nations League tertera di akhir artikel ini.

    Dunia

    Minggu, 25 September 2022

    Link Live Streaming Republik Ceko vs Portugal di UEFA Nations League 2022

    Republik Ceko vs Portugal akan dimainkan di Stadion Sinobo (Eden) pada Sabtu (24/9/2022) atau Minggu dini hari WIB.

    Dunia

    Sabtu, 24 September 2022

    VIDEO: Perkenalan Randal Kolo Muani dan Alban Lafont di Timnas Prancis

    Video perkenalan Randal Kolo Muani dan Alban Lafont di Tim Nasional Prancis.

    Dunia

    Sabtu, 24 September 2022

    FIFA Matchday: Singapura Ditahan India, Laos Dibungkam Maladewa

    Singapura mengimbangi permainan India dan Laos kalah dari Maladewa dalam laga FIFA Matchday.

    Terpopuler Satu Pekan

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X