Permainan Toni Kroos Dianggap Ketinggalan Zaman

12 Juli 2021, 06:00 WIB
Penulis: Dewi
Editor: Pradipta Indra Kumara
Pemain Real Madrid, Toni Kroos, pada laga melawan Osasuna, Minggu (10/1/2021) dini hari WIB.
Pemain Real Madrid, Toni Kroos, pada laga melawan Osasuna, Minggu (10/1/2021) dini hari WIB. /(twitter.com/realmadriden)

  • Penampilan Toni Kroos dianggap sudah ketinggalan zaman. 
  • Pemain Real Madrid ini bermain di bawah ekspektasi pada ajang Euro 2020
  • Kroos pun mendapat kritik dari presiden kehormatan, uni Hoeness. 

SKOR.id - Presiden kehormatan Bayern Munchen, Uli Hoeness, menganalisa penampilan Jerman di Euro 2020 musim panas ini, dan secara khusus melontarkan kritik kepada Toni Kroos.

Hoeness menganggap gaya bermain Toni Kroos sudah ketinggalan zaman, tidak cocok dengan sepak bola modern.

“Saya sangat suka Kroos, ia menampilkan performa kelas dunia dan ia hebat di Bayern, tapi gaya bermainnya ketinggalan zaman,” kata Hoeness.

“Bisa dibilang Kroos tidak cocok di permainan modern dengan umpan-umpan horizontal. Pertandingan sekarang main secara vertikal. Pemain mengambil bola dan membawanya ke depan dengan kecepatan.”

Gelandang Real Madrid, Toni Kroos (kanan) dan bek kiri Marcelo.
Gelandang Real Madrid, Toni Kroos (kanan) dan bek kiri Marcelo. Toni Kroos/Twitter

Komentar Hoeness merujuk pada penampilan Jerman melawan Inggris di perempat final Euro 2020. Saat itu Der Panzer kalah 2-0 di babak 16 besar, melalui gol Raheem Sterling dan Harry Kane.

“Dan sepak bola mengerikan terjadi lawan Inggris. Kami tertinggal 1-0 di sisa seperempat jam dan Kroos berhenti melewati garis tengah,” imbuhnya.

“Caranya bermain benar-benar usang. Ia bermain menyamping, bermain menyamping lagi, kemudian pertahanan lawan bisa terorganisir.”

Karena itulah, Uli Hoeness menilai seharusnya Toni Kroos tak dimasukkan dalam skuad Euro 2020.

Mantan Presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness, saat menghadiri acara perpisahannya dalam laga Bayern Munchen vs Bayern Leverkusen di Munich pada 30 September 2019
Mantan Presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness, saat menghadiri acara perpisahannya dalam laga Bayern Munchen vs Bayern Leverkusen di Munich pada 30 September 2019 Christof Stache/AFP

“Dua pertandingan pertama cukup bagus dengan empat pemain di belakang. Kemudian di laga ketiga kami mulai dengan tiga [pemain belakang. Kenapa? Karena Low ingin memasukkan Kroos. Toni Kroos tak memiliki tempat di sepak bola sekarang.”

Hoeness menambahkan, “Jika kami main dengan empat pemain belakang dan dengan Goretzka, Kimmich, Muller serta Sane, Gnabry, Haverts kami akan berada di posisi berbeda. Jerman bermain sepak bola sangat buruk.”

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Real Madrid lainnya

Pensiun dari Timnas Jerman, Penampilan Toni Kroos Disebut Mengecewakan di Euro 2020

Toni Kroos Ungkap Keinginannya Gantung Sepatu di Real Madrid

  • Sumber: Marca
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Dunia

    Minggu, 4 Juli 2021

    Tinggalkan Timnas Jerman, Joachim Low Disarankan Jadi Pundit Sepak Bola

    Mantan pelatih Bayern Munchen, Ottmar Hitzfeld, menyarankan Joachim Low menjadi pundit sepak bola.

    Dunia

    Selasa, 6 Juli 2021

    Covid-19 Kembali Meledak Saat Euro 2020, Pemerintah Jerman Salahkan UEFA

    Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer, menyalahkan UEFA terkait perizinan kerumunan besar di Euro 2020.

    Dunia

    Rabu, 7 Juli 2021

    Dapat Sumbangan Rp721 Juta karena Menangis, Fans Jerman Serahkan Uang ke Unicef

    Seorang fans cilik asal Jerman baru-baru ini menjadi perbincangan setelah viral di media sosial.

    Terbaru

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Johor Darul Takzim, Raja di Malaysia dan Inspirasi Terbaik bagi Klub Asia Tenggara

    Johor Darul Takzim (JDT) menjadi salah satu klub raksasa yang patut menjadi contoh klub-klub di kawasan Asia Tenggara.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Lanjutan Liga Super Malaysia, Kurniawan Minta Saddil Ramdani Cs Balas Dendam

    Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, memiliki optimisme tinggi jelang pertemuan lawan PJ City FC di lanjutan Liga Super Malaysia.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Kualitas Liga Domestik Kunci Sukses Australia Menang atas Argentina

    Australia mengejutkan dunia ketika mereka mengalahkan Argentina, 2-0, di fase grup.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Ademir Santos, Pemain Jepang Kelahiran Brasil yang Kariernya Pendek

    Dari awal karier senior sampai pensiun muda, Ademir Santos hanya gabung dua klub yang main di Japan Soccer League serta J.League.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Lahirnya Samuel Eto'o dan Carlos Tevez

    Samuel Eto'o menjadi perhatian besar pada Olimpiade Sydney 2000 ketika timnas Kamerun tampil sebagai juara.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Pemain Korsel Enggan Jabat Tangan Usai Kalah dari Selandia Baru

    Pemain Korea Selatan diketahui melakukan tindakan tidak terpuji dengan menolak berjabat tangan dengan pemain Selandia Baru di Olimpiade Tokyo 2020.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Takefusa Kubo Sejak Awal Yakin Bisa Cetak Gol di Laga Jepang vs Afrika Selatan

    Winger muda timnas Jepang, Takefusa Kubo, sudah prediksikan sejak awal bakal mencetak gol di laga Olimpiade Tokyo 2020 melawan Afrika Selatan.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Pedri Dipaksa Main 66 Pertandingan dalam Setahun

    Pedri kini tercatat sudah bermain sebanyak 66 pertandingan dalam setahun.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Munculnya Josep Guardiola dan Nwankwo Kanu

    Olimpiade 1992 ditandai tampilnya pemain muda Josep Guardiola dan Atalanta 1996 gol Nwankwo Kanu yang membawa Nigeria juara.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Klasemen Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo 2020: Prancis dan Argentina Juru Kunci

    Berikut ini adalah klasemen cabang olahraga sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X