Pemenang FIFA Puskas Award 2016 Gabung Klub Kasta Ketiga Liga Malaysia

12 Juli 2021, 22:05 WIB
Penulis: Estu Santoso
Editor: Estu Santoso
Faiz Subri saat diperkenalkan Northern Lions FC klub Liga M3 pada 2020.
Faiz Subri saat diperkenalkan Northern Lions FC klub Liga M3 pada 2020. /Facebook.com/northernlionsofficial

SKOR.id - Pemenang FIFA Puskas Award 2016, Faiz Subri akhirnya resmi menjadi milik Kuala Kangsar FC (KK FC) yang merupakan klub kasta ketiga Liga Malaysia.

Liga M3 adalah nama resmi kasta ketiga Liga Malaysia musim 2021 yang seharusnya dimulai Juni tahun ini, tetapi mundur.

Manajer KK FC, Datuk Shaharol Asafali mengatakan, soal keputusan apakah pemain berusia 34 tahun itu akan memimpin tim sebagai kapten atau tidak belum ditentukan.

"Kriteria (menjadi) kapten akan menjadi nilai kami setelah pelatihan," kata Asafali pada akhir bulan lalu.

"(Namun) tentu sebagai pemimpin di dalam dan luar lapangan, kami memberikan tanggung jawab kepada Faiz Subri."

"Karena, pengalamannya juga banyak dan tidak hanya memenangi penghargaan Puskas saja," tuturnya.

Kontrak yang ditandatangani Faiz Subri dengan klub semipro ini durasinuya satu musim.

Ditanya mengapa dia memilih bermain di kompetisi amatir lokal ketimbang menerima tawaran menjadi pelatih teknik teqball di Hungaria, Faiz punya jawaban khusus.

Menurut Faiz Subri, tawaran KK FC yang kebetulan terjadi pada periode yang sama selain dia ingin tetap bermain di liga lokal.

"Untuk (penawaran) di Hungaria, masih dalam pembahasan, belum 100 persen (ditawarkan). Pada saat yang sama, saya mendapat tawaran dari KK FC," ujar Faiz.

"Target saya bersama KK FC adalah membawa tim ini secepatnya promosi ke Liga Premier Malaysia," ucapnya menambahkan.

"Sebagai pesepak bola, tekanan akan ada jadi saya pikir ini mungkin tantangan baru di tempat baru dan Insya Allah siap melakukan yang terbaik."

Soal FIFA Puskas Award 2016 pada 16 Februari 2016, dia membuat gol di Liga Super Malaysia 2016 saat Penang FA bersua Pahang FA di George Town.

Logo FIFA di depan kantor pusatnya di Zurich, Swiss.
Logo FIFA di depan kantor pusatnya di Zurich, Swiss. (Ben Sutherland/CC BY 2.0)

Kala itu, Faiz Subri mencetak tendangan bebas luar biasa yang kemudian menjadi viral di media sosial karena bola sepakannya lengkung.

Bola hasil tendangan bebas yang dia lakukan digambarkan "belok" sangat tajam sehingga penjaga gawang hanya bisa melongo.

Gol tendangan bebas yang dia cetak dinominasikan untuk Penghargaan Puskás FIFA akhir tahun itu oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Nominasi tersebut diterima oleh FIFA, Faiz kemudian berhasil masuk ke dalam daftar 3 besar FIFA untuk Penghargaan Puskás.

Faiz Subri mengalahkan bintang-bintang profesional seperti Lionel Messi dan Neymar.

Pada 9 Januari 2017, Faiz Subri dianugerahi Puskás FIFA Award dalam acara tahunan FIFA di Zurich, Swiss. Dia mengumpulkan hampir 60% suara online.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Liga Super Malaysia lainnya:

Klub Kaya Raya Liga Super Malaysia Gembos, Pelatihnya Bicara ''soal'' Superman

Ada Eks Duo Persebaya, Terengganu FC Gugurkan Rekor Klub Kaya Liga Super Malaysia

  • Sumber: HMetro.com.my
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Liga 1

    Kamis, 13 Mei 2021

    Rapor Saddil Ramdani di Liga Malaysia: April 2021 Jadi Periode Puncak

    Performa Saddil Ramdani di Liga Super Malaysia bersama Sabah FC mencapai titik puncak pada periode April 2021.

    Dunia

    Jumat, 14 Mei 2021

    ''Saudara'' PSPS Riau Terancam Kena Hukuman dari Operator Liga Malaysia

    Kabar kurang enak menghampiri "saudara" PSPS Riau asal Liga Malaysia, Kelantan FC terkait pemain mereka yang terpapar Covid-19.

    Dunia

    Rabu, 19 Mei 2021

    Lawan Pertama Persipura Jayapura di Piala AFC 2021 Mulai Bersiap saat Liga Malaysia Libur

    Kedah Darul Aman FC, lawan pertama Persipura Jayapura di Piala AFC 2021, menjalani latihan intens menuju kompetisi antarklub Asia.

    Dunia

    Selasa, 22 Juni 2021

    Mantan Bek Naturalisasi Persebaya Bersatu dengan Eks-Pilar Arema FC di Liga Malaysia

    Perak FC dari Liga Malaysia "menyatukan" eks-bek naturalisasi Persebaya, Zoubairou Garba, dan mantan pemain asing Arema FC, Jad Noureddine

    Terbaru

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Johor Darul Takzim, Raja di Malaysia dan Inspirasi Terbaik bagi Klub Asia Tenggara

    Johor Darul Takzim (JDT) menjadi salah satu klub raksasa yang patut menjadi contoh klub-klub di kawasan Asia Tenggara.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Lanjutan Liga Super Malaysia, Kurniawan Minta Saddil Ramdani Cs Balas Dendam

    Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, memiliki optimisme tinggi jelang pertemuan lawan PJ City FC di lanjutan Liga Super Malaysia.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Kualitas Liga Domestik Kunci Sukses Australia Menang atas Argentina

    Australia mengejutkan dunia ketika mereka mengalahkan Argentina, 2-0, di fase grup.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Ademir Santos, Pemain Jepang Kelahiran Brasil yang Kariernya Pendek

    Dari awal karier senior sampai pensiun muda, Ademir Santos hanya gabung dua klub yang main di Japan Soccer League serta J.League.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Lahirnya Samuel Eto'o dan Carlos Tevez

    Samuel Eto'o menjadi perhatian besar pada Olimpiade Sydney 2000 ketika timnas Kamerun tampil sebagai juara.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Pemain Korsel Enggan Jabat Tangan Usai Kalah dari Selandia Baru

    Pemain Korea Selatan diketahui melakukan tindakan tidak terpuji dengan menolak berjabat tangan dengan pemain Selandia Baru di Olimpiade Tokyo 2020.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Takefusa Kubo Sejak Awal Yakin Bisa Cetak Gol di Laga Jepang vs Afrika Selatan

    Winger muda timnas Jepang, Takefusa Kubo, sudah prediksikan sejak awal bakal mencetak gol di laga Olimpiade Tokyo 2020 melawan Afrika Selatan.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Pedri Dipaksa Main 66 Pertandingan dalam Setahun

    Pedri kini tercatat sudah bermain sebanyak 66 pertandingan dalam setahun.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Munculnya Josep Guardiola dan Nwankwo Kanu

    Olimpiade 1992 ditandai tampilnya pemain muda Josep Guardiola dan Atalanta 1996 gol Nwankwo Kanu yang membawa Nigeria juara.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Klasemen Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo 2020: Prancis dan Argentina Juru Kunci

    Berikut ini adalah klasemen cabang olahraga sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X