Olimpiade Tokyo 2020: Kualitas Liga Domestik Kunci Sukses Australia Menang atas Argentina

24 Juli 2021, 06:00 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Marco Tilio (tengah), saat merayakan gol dalam laga lawan Argentina.
Marco Tilio (tengah), saat merayakan gol dalam laga lawan Argentina. /(Twitter AUS Olympic Team)

SKOR.id - Australia baru saja mengejutkan dunia setelah mengalahkan Argentina, 2-0, dalam laga pertama penyisihan Grup C Olimpiade Tokyo 2020, Kamis (22/7/2021) malam WIB.

Kemenangan tersebut menjadi sejarah tersendiri karena Olyroos mampu mengalahkan tim yang memiliki tradisi sangat kuat di sepak bola.

Ini kemenangan pertama bagi tim Australia (U-24 atau U-23) dari tiga pertemuan di ajang Olimpiade. Dalam dua pertandingan sebelumnya, Australia selalu mengalami kekalahan.

Pertemuan pertama terjadi pada Olimpiade 2004 di Athena. Ketika itu, dalam penyisihan grup pula, Australia kalah 0-1.

Australia yang ketika itu di bawah asuhan Frank Farina, kemasukan gol ketika laga baru berjalan sembilan menit oleh gol bintang muda Tim Tango, Andres D'Alessandro.

Sedangkan pertemuan kedua terjadi pada Olimpiade 2008 di Shanghai (Cina).

Pada pertandingan ini pula, Argentina yang saat itu diperkuat Lionel Messi, Sergio Aguero, atau Javier Mascherano, menang 1-0 lewat gol Ezequiel Lavezzi.

Sedangkan dalam head to head di level senior, rapor Australia menghadapi Argentina juga memperlihatkan bahwa Tim Tango superior.

Dalam tujuh laga duel tim senior, lima kali Socceroos mengalami kekalahan, sekali imbang, dan satu kali menang. Satu-satunya kemengan itu terjadi pada laga uji coba tahun 1988, 4-1.

Duel terakhir di level tim senior lawan Argentina dalam ajang resmi terjadi pada Piala Konfederasi 2005, takluk 204 dari Argentina.

Karena itu, wajar jika kemenangan dalam Olimpiade Tokyo 2020 ini mendapatkan perhatian besar.

Federasi Sepak Bola Australia, melalui CEO James Johnson, menyebut kemenangan pada 22 Juli 2021 lalu itu sebagai "shock of the world" atau "mengejutkan dunia".

Sesaat setelah Olyroos asuhan Graham Arnold mengalahkan Argentina, James Johnson pun memberikan ucapan selamat kepada Thomas Deng (kapten) dan kawan-kawan melalui media sosial.

Para pemain Australia merayakan gol ke gawang Argentina dalam laga Grup C Olimpiade Tokyo, Kamis (22/7/2021).
Para pemain Australia merayakan gol ke gawang Argentina dalam laga Grup C Olimpiade Tokyo, Kamis (22/7/2021).

James Johnson kemudian memberikan sejumlah fakta yang mencoba mengabarkan kepada dunia rahasia di balik sukses Olyroos mengalahkan Argentina.

Menurut James Johnson, enam dari 11 pemain yang tampil lawan Argenitna semuanya telah bermain di Liga Australia.

Sedangkan Fox Sports, mengambil semua pemain yang terlibat termasuk cadangan yang diturunkan: 10 dari 15 pemain yang tampil lawan Argentina semuanya kerap diturunkan dalam A League (Liga Australia).

Produk Liga Australia

Lalu, siapa saja pemain dari Liga Australia tersebut? Mereka adalah Tom Glover di bawah mistar.

Penjaga gawang klub Melbourne City yang berusia 23 tahun. Sedangkan di pertahana adalah Nathaniel Atkinson, 22 tahun yang juga dari klub Melbourne City.

Di posisi bek kiri ada Joel King yang berusia 20 tahun dari Sydney FC.

Connor Metcalfe, 21 tahun dari Melbourne City, Denis Genreau berusia 22 tahun dari klub Macarthur, Lachlan Wales dari Western United berusia 23 tahun, Mitchell Duke masuk dalam kategori senior, 30 tahun, dari Sydney Wanderers.

Marco Tilio juga 19 tahun dari Melbourne City, Nicholas D'Agostino berusia 23 tahun dari Perth Glory, dan Keanu Baccus 23 tahun dari Sydney Wanderers.

Sementara yang bermain di luar Liga Australia adalah kapten mereka, Thomas Deng, sosok yang tahu betul atmosfer sepak bola Jepang.

Sejak 2020 lalu dia bermain di Urawa Reds Diamonds yang bermain di Liga Jepang (Meiji Yasuda J.League).

Di jantung pertahanan bersama Thomas Deng ada Harry Souttar, yang berusia 22 tahun.

Harry Souttar berada dari klub Inggris, Stoke City. Riley McGree, 22 tahun, juga bermain di Birmingham City (Inggris), dan Daniel Arzani dari klub Denmark, berusia 22 tahun. Lalu ada Caleb Watts (Southampton) paling muda, 19 tahun.

Kemenangan Australia atas Argentina di Stadion Sapporo Dome tersebut diraih lewat gol yang diciptakan Lachlan Wales menit ke-14 dan Marco Tilio menit ke-80.

Keduanya merupakan produk Liga Australia. Bagi Marco Tillio gol itu menjadi spesial karena usianya yang baru 19 tahun.

"Dalam tiga musim terakhir, total menit yang dimainkan para pemain di bawah usia 23 tahun (U-23) meningkat secara bertahap di A-League," kata James Johnson.

James Johnson kemudian menampilan data peningkatan menit para pemain muda tersebut di Liga Australia.

Menurutnya, pada 2018-2019, total menit bermain para pemain muda mencapai 59.551 menit atau 19 persen dari total menit bermain.

Pelatih timnas Australia untuk Olimpiade, Graham Arnold, memeluk pemainnya setelah menang atas Argentina.
Pelatih timnas Australia untuk Olimpiade, Graham Arnold, memeluk pemainnya setelah menang atas Argentina. (Twitter Sporting News AU Football)

Namun, pada 2019-2020, persentase menit tersebut meningkat menjadi 22 persen (73.280 menit). Sedangkan pada 2020-2021 lalu, mencapai 89.620 menit atau persentasenya mencapai 28 persen.

"Itu adalah contoh atau bukti bahwa kami harus terus meningkatkan menit bermain para pemain muda kami yang berusia 17 hingga 23 tahun. Jadi, selamat karena kalian telah mengejutkan dunia," kata James Johnson.

Ya, dalam sepak bola memang tidak ada yang tidak mungkin dan Australia telah membuktikannya.

Namun, kemungkinan tersebut tentu harus dibentuk dengan rencana. Development dengan memberikan kesempatan kepada pemain muda, menjadi kata kunci yang membuat kemenangan atas Argentina terjadi.

Selanjutnya lawan Spanyol

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa perkembangan positif yang terjadi di liga domestik mereka, memberikan efek positif yang mereka rasakan saat lawan Argentina di ajang Olimpiade Tokyo 2020 ini.

Di sisi lain, ini juga menjadi prestasi bagi Liga Australia tentunya. Betapa tidak, liga domestik mereka yang baru dibentuk pada 2004 lalu berada dalam trek positif dengan hasil di Olimpiade Tokyo 2020 ini.

Selanjutnya, Australia akan tampil dalam laga kedua. Mereka akan kembali lawan tim dengan tradisi kuat yaitu Spanyol, Minggu (25/7/2021).

Materi pemain Spanyol di antaranya mereka yang juga pernah tampil atau masuk skuad timnas untuk Euro 2020 lalu.

Apakah Australia akan kembali mengejutkan dunia? Bukan tidak mungkin terjadi.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Olimpiade Lainnya:

Olimpiade Tokyo 2020: Pemain Korsel Enggan Jabat Tangan Usai Kalah dari Selandia Baru

Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Pedri Dipaksa Main 66 Pertandingan dalam Setahun

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Olahraga Lain

Rabu, 21 Juli 2021

Brisbane Jadi Penyelenggara Olimpiade 2032, Kemenpora Ucapkan Selamat ke Pemerintah Australia

Gatot S. Dewa Broto mengaku tak kaget Brisbane terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2032

Dunia

Kamis, 22 Juli 2021

Hasil Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo Grup C: Argentina Tumbang di Tangan Australia

Argentina mengalami kekalahan dari Australia dalam pertandingan Grup C Olimpiade Tokyo.

Olahraga Lain

Sabtu, 24 Juli 2021

Pesan Menpora untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020: Jaga Kesehatan dan Tampil Habis-habisan

Menpora Zainudin Amali memberikan pesannya untuk para atlet Indonesia yang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.

Terbaru

Dunia

Selasa, 21 September 2021

Daftar Terbaru 11 Pelatih Timnas Negara ASEAN untuk Piala AFF 2020

Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) memastikan drawing terbaru Piala AFF 2020 akan terlaksana sore ini, Selasa (21/9/2021).

Dunia

Senin, 20 September 2021

Takashi Hirano, si Petualang J.League yang Mengakhiri Karier di Kanada

Takashi Hirano adalah gelandang yang bisa disebut pesepak bola petualang di J.League tetapi dia memilih pensiun setelah berkarier di Kanada

Dunia

Jumat, 17 September 2021

Patrick Mboma Rela Tinggalkan PSG lalu Jadi TopSkor Pertama J.League asal Afrika

Patrick Mboma bukan pemain asing asal Afrika pertama di J.League, tetapi dia adalah jadi topskor pertama asal Benua Hitam di Liga Jepang.

Dunia

Rabu, 15 September 2021

Kazuaki Tasaka, Rookie Terbaik Edisi Kedua J.League yang Bersinar Sejak Pertama

Rookie atau pemain baru terbaik J.League 1994 sangat layak diberikan kepada gelandang kelahiran Hiroshima atas nama Kazuaki Tasaka

Dunia

Selasa, 14 September 2021

10 Stadion Paling Aneh di Dunia, Salah Satunya di Asia Paling Canggih

Banyak hal yang membuat sebuah stadion sepak bola unik dan aneh, mulai dari lokasi, hingga teknologi.

Dunia

Selasa, 14 September 2021

Kisah Marcel Sabitzer, Lepas Ban Kapten RB Leipzig demi Hias Bangku Cadangan Bayern Munchen

Bayern Munchen akan melawat ke markas Barcelona untuk melakoni matchday 1 Grup E Liga Champions 2021-2022.

Dunia

Selasa, 14 September 2021

AFC Tanggapi Usulan Piala Dunia 2 Tahun Sekali, Timnas Indonesia Ikut Diuntungkan

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhirnya angkat bicara tentang wacana dihelatnya Piala Dunia dua tahun sekali.

Dunia

Selasa, 14 September 2021

Siap Lawan Vietnam sampai Indonesia, India Ajukan Proposal Ikut Piala AFF

Memburu lawan tangguh dari ASEAN seperti Vietnam, Thailand, sampai Indonesia, India minat gabung Piala AFF

Dunia

Senin, 13 September 2021

Hiroaki Morishima, Pejuang Setia Cerezo Osaka yang Bawa Jepang Juarai Asia

Hiroaki Morishima adalah pemain setia Cerezo Osaka dari 1991 sampai 2008 yang punya catatan istimewa bersama timnas Jepang.

Dunia

Sabtu, 11 September 2021

Kazuyoshi Miura, TopSkor Pertama J.League saat Berformat Single Season

J.League edisi 1996 mengalami perubahan format yang beda dari tiga musim sebelumnya dan Kazuyoshi Miura langsung jadi topskor.
X