J.League, Kompetisi Berkualitas dengan Perencanaan Super Matang 

14 Oktober 2020, 21:50 WIB
Penulis: Estu Santoso
Editor: Estu Santoso
Cover Liga Jepang, J.League. /(Grafis/Dede S. Mauladi/Skor.id)

SKOR.id - Liga Jepang atau J.League adalah kompetisi profesional yang lahir pada awal 1990-an dan sempat "membuka" mata dunia sepak bola.

Timnas Jepang dari Piala Dunia edisi pertama 1930 sampai 1994 belum pernah lolos ke putaran final.

Namun, Federasi Sepak Bola Jepang atau JFA punya keinginan kuat untuk membawa skuad Samurai Biru menembus putaran final Piala Dunia.

Maka, J.League salah satu fondasi yang dibangun JFA untuk menghasilkan timnas Jepang yang makin berkualitas.

Eksistensi kompetisi di Negeri Sakura dimulai pada 1965 dengan nama Japan Soccer League.

Eksistensi Japan Soccer League, yang merupakan kompetisi semipro, sampai 1991.

Mulai 1989, JFA membentuk komite pembentukan kompetisi profesional di Negeri Sakura.

Pada 1009, Komite ini menentukan kriteria klub-klub di Jepang yang berhak gabung dengan kompetisi profesional.

Kriteria bagi klub itu adalah kota domisili, stadion yang jadi markas mereka, sponsor, hingga syarat mengikat lainnya.

Kabarnya, JFA melalui komitenya itu terbang ke Jerman dan beberapa negara Eropa plus Indonesia untuk melakukan studi banding.

Bahkan, komite bentukan JFA itu juga pergi ke Amerika Latin melakukan hal sama. Khusus studi banding di Indonesia, sebab Tanah Air saat itu punya kompetisi semipro Galatama.

Japan Soccer League yang memiliki dua divisi, ada 15 sampai 20 klub kontestannya mendaftar ke komite bentukan JFA itu untuk ikut liga profesional yang baru.

Akhirnya mulai 1992, 10 klub memenuhi syarat tampil pada liga pro di Jepang dan musim itu pula lahirlah Japan Football League.

Japan Football League pada 1992 adalah masa transisi kompetisi dari Japan Soccer League ke J.League.

Logo Liga Jepang, J.League, selama masa karantina akibat pandemi virus Corona.
Logo Liga Jepang, J.League, selama masa karantina akibat pandemi virus Corona.

Sebab, Japan Football League dengan 10 klub peserta jadi momen pertama sebelum J.League edisi pertama bergulir pada 1993.

J.League mulai musim 1994 sampai 1996 setiap edisi tambah dua klub promosi dari Japan Football League dan akhirnya jumlah kontestan menjadi 16.

Masuk musim 1997 dan 1998, Liga Jepang hanya menambah satu klub yang mendapatkan promosi dari Japan Football League dan jumlah anggota liga jadi 18 tim.

Hanya saja pada musim 1999, dua klub dari Kota Yokohama, Yokohama Marinos dan Yokohama Flügels, bergabung menjadi Yokohama F. Marinos.

Pada musim ini juga, lahirlah kasta kedua Liga Jepang atau J2 League dengan peserta 9 klub.

Masuknya sejumlah bintang kenamaan sepak bola dunia pada awal Liga Jepang, baik untuk pemain maupun pelatih pun menaikkan gengsi serta kualitas kompetisi.

Dari jajaran pemain ada dua top scorer Piala Dunia. Gary Lineker, penyerang timnas Inggris peraih sepatu emas Piala Dunia 1986.

Gary Lineker, mantan pemain Tottenham Hotspur yang pernah berkarier pada Liga Jepang atau J.League.
Gary Lineker, mantan pemain Tottenham Hotspur yang pernah berkarier pada Liga Jepang atau J.League. Twitter

Lalu, Salvatore Schillaci yang merupakan penyerang timnas Italia yang merupaka top scorer sekaligus pemain terbaik Piala Dunia 1990.

Gary Lineker gabung klub J.League Nagoya Grampus Eight mulai 1993 dan main selama dua musim mulai usia 32 tahun.

Pada saat itu, Gary Lineker dikatakan sebagai pemain termahal Liga Jepang. Selain itu, Nagoya Grampus Eight juga dilatih Arsene Wenger.

Sedangkan Salvatore Schillaci, dia membela Jubilo Iwata pada 1994 sampai 1997. Ada juga Ramon Diaz dari Argentina dan juga Zico asal Brasil.

Ramon Diaz adalah pasangan Diego Maradona saat timnas Argentina junior menjuarai Piala Dunia Junior 1979 (kini Piala Dunia U-20) di Jepang.

Sementara itu, Zico adalah striker timnas Brasil pada tiga Piala Dunia dan memiliki julukan Pele Putih.

Gelandang timnas Inggris, Mason Mount, ingin berduet dengan Jack Grealish.Dikirim oleh Skor Indonesia pada Rabu, 14 Oktober 2020

Zico gabung J.League pada 1994 untuk Kashima Antlers setelah sebelumnya pada 1991 dia membela Sumitomo Kinzoku Kogyo Shukyu Dan pada kasta kedua Japan Soccer League.

Karier Zico di Jepang sangat awet bahkan pada 2002 sempat menangani timnas Jepang. Lalu, Zico melatih timnas Jepang pada putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman.

Untuk Ramon Diaz, dia membela Yokohama Marinos pada 1993 sampai 1995. Pada Liga Jepang edisi perdana musim 1993, Ramon Diaz jadi topskor J.League.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Liga Jepang lainnya:

Liga Jepang: Pemain Terbaik Asia 2009 Masih Jadi Andalan pada Usia 40 Tahun

Tonton Gratis di Sini! Siaran Langsung Liga Jepang Cerezo Osaka vs Kawasaki Frontale

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Bola Internasional

Rabu, 14 Oktober 2020

Prediksi Pekan ke-22 J.League 2020: Big Match Gamba Osaka vs Yokohama F. Marinos

Prediksi laga-laga kompetisi papan atas J.League, J1 League, pada pekan ke-22.

Bola Internasional

Rabu, 14 Oktober 2020

5 Pemain dengan Daya Jelajah Terjauh di J.League 2020

Gelandang Yokohama F. Marinos, Takuya Wada, tampil gemilang saat timnya menang atas Oita Trinita.

Bola Internasional

Rabu, 14 Oktober 2020

Hasil Pekan ke-22 J.League 2020: Gamba Osaka Imbangi Yokohama F. Marinos

Big match antara Gamba Osaka dan Yokohama F. Marinos berakhir imbang 1-1 pada pekan ke-22 J.League 2020.

Terbaru

Liga Champions

Selasa, 24 November 2020

Link Live Streaming Rennes vs Chelsea di Liga Champions

Chelsea menyambangi kandang Rennes di matchday 4 Grup E Liga Champions, Selasa (24/11/2020).

Liga Spanyol

Selasa, 24 November 2020

Rambut Gondrongnya Dianggap Bawa Sial, Ini Kata Antoine Griezmann

Penampilan tak konsisten Antoine Griezmann di Barcelona disebut sebagai dampak dari rambut gondrong sang pemain.

Liga Inggris

Selasa, 24 November 2020

Manchester City Dikabarkan Berhenti Kejar Lionel Messi, Ini 2 Alasannya

Manchester City dikabarkan berhenti mengejar tanda tangan Lionel Messi. Ada dua alasan di balik keputusan The Citizens tersebut.

Liga Inggris

Selasa, 24 November 2020

Liverpool Justru Dapat Berkah dari Absennya Virgil van Dijk

Sudah sejak bulan lalu Virgil van Dijk absen dari skuad Liverpool. Namun menurut Jamie Carragher, The Reds justru ketiban berkah.

Dunia

Selasa, 24 November 2020

Timnas Malaysia Siapkan Dua Pemain Naturalisasi, Salah Satunya Eks-Pemain Boca Juniors

Timnas Malaysia memantau dua pemain yang akan dinaturalisasi, Lee Tuck dan Gonzalo Cabrera.

Liga Inggris

Selasa, 24 November 2020

Untuk Pertama Kalinya, Sifat Egois Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United Tuai Pujian

Ole Gunnar Solskjaer akhirnya mendapat pujian karena sifat egoisnya tentang nasib dan masa depan David de Gea di Manchester United.

Liga Spanyol

Selasa, 24 November 2020

Jeda Internasional dan Strategi Tak Manjur Ronald Koeman Benamkan Barcelona

Pelatih Ronald Koeman dinilai kehilangan sentuhannya di Barcelona usai deretan hasil yang kurang memuaskan.

Liga Spanyol

Selasa, 24 November 2020

Alasan Real Madrid Hanya Jadikan Mohamed Salah Plan B

Real Madrid dikabarkan menjadikan Mohamed Salah rencana candangan pada bursa transfer yang akan datang.

Liga Italia

Selasa, 24 November 2020

Zlatan Ibrahimovic Cedera, Stefano Pioli Siap Pamer Trio Lini Serang Alternatif

Cederanya Zlatan Ibrahimovic membuat pelatih AC Milan, Stefano Pioli, bakal memaksimalkan bintang lainnya, seperti Ante Rebic.

Liga Italia

Selasa, 24 November 2020

Scudetto 2020-2021: AC Milan Disebut Lebih Meyakinkan daripada Juventus

Mantan bek Inter Milan, Beppe Bergomi, sebut AC Milan lebih meyakinkan daripada Juventus untuk Liga Italia 2020-2021.

Terpopuler

Keyword Populer

Sepak Pojok

X