Jadi Penentu Kemenangan Argentina, "Dendam" Angel di Maria 7 Tahun Lalu Terbalaskan

11 Juli 2021, 10:08 WIB
Penulis: Dini Wulandari
Editor: Dini Wulandari
Winger Argentina, Angel di Maria mencetak gol penentu kemenangan timnya di final Copa America 2021 melawan Brasil.
Winger Argentina, Angel di Maria mencetak gol penentu kemenangan timnya di final Copa America 2021 melawan Brasil. /(Frost/Twitter)

  • Angel di Maria berhasil membalaskan sakit hatinya di final Piala Dunia 2014 lalu. 
  • Absen di laga besar itu, kini Di Maria menjadi pahlawan Argentina saat jadi juara Copa America 2021.
  • Sang winger mencetak gol penentu kemenangan dan jadi Man of the Match di laga final kontra Brasil

SKOR.id - Angel di Maria akhirnya menuntaskan "dendam" saat menjadi penentu kemenangan Argentina di final Copa America 2021.

Seperti diketahui, Argentina keluar sebagai juara Copa America 2021 setelah menang 1-0 atas Brasil, Minggu (11/7/2021) pagi WIB.

Gol Angel di Maria menjadi satu-satunya yang tercipta hari itu, menjadikannya pahlawan Argentina.

Sang winger pun tak kuasa menahan tangis begitu pertandingan di Stadion Maracana itu berakhir.

Baca Juga: Copa America 2021: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

"Ini akan momen tak terlupakan," kata Di Maria yang dinobatkan sebagai Man of the Match hari itu.

"Messi mengatakan terima kasih kepada saya, saya mengucapkan balik kepadanya.

"Dia mengatakan kepada saya itu adalah akhir saya, bahwa itu adalah pertandingan ulang untuk final ketika saya tidak bisa bermain. Itu harus jadilah hari ini dan itulah yang terjadi."

Tujuh tahun lalu, Di Maria melewatkan pertandingan hebat dalam hidupnya saat Argentina mencapai final Piala Dunia melawan Jerman, juga di Maracana. 

Para pemain Argentina merayakan gol Angel di Maria ke gawang Brasil di final Copa America 2021.
Para pemain Argentina merayakan gol Angel di Maria ke gawang Brasil di final Copa America 2021. (Fabrizio not romano/Twitter)

Namun, lantaran intervensi Real Madrid yang khawatir dengan kondisi fisik sang pemain, Di Maria tidak diturunkan.

"Saya menerima surat ini dari Real Madrid pada hari ketika final Piala Dunia. Saya bersusah payah membacanya, dan kemudian saya merobeknya," ujar Di Maria beberapa tahun setelahnya.

Kini, sakit hati pemain 33 tahun itu sudah terbayarkan. Ia menjadi sosok dari gelar pertama Argentina setelah 28 tahun.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Copa America 2021 lainnya:

Final Copa America 2021: Argentina Diikuti Kutukan Selama 16 Tahun Terakhir

Argentina vs Brasil: Laga Baru Dimulai, Celana Neymar Sudah Terkoyak

 

 

  • Sumber: AS, Twitter
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Dunia

    Minggu, 11 Juli 2021

    Perjalanan Lionel Messi di Timnas Argentina: dari Pensiun hingga Raih Gelar Juara

    Lionel Messi akhirnya mencicipi gelar juara bersama timnas Argentina untuk pertama kalinya setelah memenangi trofi Copa America 2021.

    Dunia

    Minggu, 11 Juli 2021

    Lionel Messi Akhirnya Juara Bersama Timnas Argentina setelah 'Keluar' dari Barcelona

    Lionel Messi akhirnya meraih gelar juara pertamanya bersama timnas Argentina usai memenangi Copa America 2021.

    Dunia

    Minggu, 11 Juli 2021

    Daftar Juara Copa Amerika Sejak 1916, Argentina sudah 15 Kali

    Sejak Copa Amerika 1916, Argentina sudah 15 kali berhasil membawa pulang trofi tersebut.

    Terbaru

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Johor Darul Takzim, Raja di Malaysia dan Inspirasi Terbaik bagi Klub Asia Tenggara

    Johor Darul Takzim (JDT) menjadi salah satu klub raksasa yang patut menjadi contoh klub-klub di kawasan Asia Tenggara.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Lanjutan Liga Super Malaysia, Kurniawan Minta Saddil Ramdani Cs Balas Dendam

    Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, memiliki optimisme tinggi jelang pertemuan lawan PJ City FC di lanjutan Liga Super Malaysia.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Kualitas Liga Domestik Kunci Sukses Australia Menang atas Argentina

    Australia mengejutkan dunia ketika mereka mengalahkan Argentina, 2-0, di fase grup.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Ademir Santos, Pemain Jepang Kelahiran Brasil yang Kariernya Pendek

    Dari awal karier senior sampai pensiun muda, Ademir Santos hanya gabung dua klub yang main di Japan Soccer League serta J.League.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Lahirnya Samuel Eto'o dan Carlos Tevez

    Samuel Eto'o menjadi perhatian besar pada Olimpiade Sydney 2000 ketika timnas Kamerun tampil sebagai juara.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Pemain Korsel Enggan Jabat Tangan Usai Kalah dari Selandia Baru

    Pemain Korea Selatan diketahui melakukan tindakan tidak terpuji dengan menolak berjabat tangan dengan pemain Selandia Baru di Olimpiade Tokyo 2020.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Takefusa Kubo Sejak Awal Yakin Bisa Cetak Gol di Laga Jepang vs Afrika Selatan

    Winger muda timnas Jepang, Takefusa Kubo, sudah prediksikan sejak awal bakal mencetak gol di laga Olimpiade Tokyo 2020 melawan Afrika Selatan.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Pedri Dipaksa Main 66 Pertandingan dalam Setahun

    Pedri kini tercatat sudah bermain sebanyak 66 pertandingan dalam setahun.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Munculnya Josep Guardiola dan Nwankwo Kanu

    Olimpiade 1992 ditandai tampilnya pemain muda Josep Guardiola dan Atalanta 1996 gol Nwankwo Kanu yang membawa Nigeria juara.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Klasemen Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo 2020: Prancis dan Argentina Juru Kunci

    Berikut ini adalah klasemen cabang olahraga sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X