Generasi Emas Sepak Bola Olimpiade: Munculnya Josep Guardiola dan Nwankwo Kanu

23 Juli 2021, 07:00 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Timnas Nigeria saat meraih medali emas Olimpiade Atalanta 1996.
Timnas Nigeria saat meraih medali emas Olimpiade Atalanta 1996. /(Twitter Football Talent Scout)

  • Olimpiade 1992 tidak hanya menandai sukses Spanyol melainkan juga tampilnya Josep Guardiola sebagai pemain muda.
  • Nwankwo Kanu menjadi bintang pada Olimpiade Atalanta 1996 saat mencetak gol lawan Brasil.
  • Sukses Nigeria pada 1996 membuat Elang Afrika ini disebut sebagai The Dream Team.

SKOR.id - Sebelum Olimpiade Tokyo 2020, ada Olimpiade Rio 2016, dan sebelumnya Olimpiade London 2012, atau Olimpiade Beijing 2008, dan Olimpiade Athena 2004.

Setiap Olympiade memiliki kisah tersendiri, khususnya bagi sejumlah pesepak bola. Pada Olympiade Rio 2016, dunia mengenal Neymar.

Faktanya, bukan hanya Neymar yang namanya bersinar karena Olimpiade melainkan juga megabintang dunia yaitu Lionel Messi.

Dari penyelamatan di bawah mistar yang dilakukan Lev "Black Spider" Yashin hingga dribbles yang diperlihatkan Neymar di Rio.

Di antara keduanya ada sejumlah nama yaitu gelandang Hungaria bernama Ferenc Puskas, Josep Guardiola, penyerang Kamerun Samuel Eto'o dan Lionel Messi bersama Argentina.

Mereka salah satu bintang Olimpiade yang membantu lompatan karier masing-masing.

Berikut dua Olimpiade yang menandai lahirnya sejumlah bintang dunia:

Spanyol Juara 1992

Olimpiade 1992 yang digelar di Barcelona membantu Spanyol menemukan talenta seperti Josep Pep Guardiola dan Luis Enrique. Ketika itu, Josep Guardiola masih 21 tahun dan Luis Enrique 22 tahun.

Keduanya masuk skuad timnas Spanyol Olimpiade 1992 bersama pemain seperti Santiago Canizares (22 tahun), Abelardo (22 tahun), Kiko Narvaez (20 tahun), atau Alfonso Perez Munoz (19 tahun).

Di bawah asuhan Vicente Miera, timnas Spanyol meraih medali emas Olimpiade 1992 setelah mengalahkan Polandia, 3-2.

Josep Guardiola tampil sebagai pemain yang sangat dominan di lini tengah dari permainan Spanyol. Dia adalah kapten tim ketika Negeri Matador meraih medali emas di sepak bola Olimpiade 1992 ini.

Josep Guardiola ketika masih bermain di Olimpiade Barcelona 1992.
Josep Guardiola ketika masih bermain di Olimpiade Barcelona 1992. (Twitter Football.com)

Pada laga final yang digelar di Stadion Camp Nou (Barcelona), tiga gol timnas Spanyol saat itu diciptakan Abelardo pada menit ke-65 dan dua gol lainnya ditorehkan Kiko Narvaez pada menit ke-72 dan 90.

Sukses Spanyol ke final setelah mereka menyingkirkan Italia di perempat final 1-0 dan Ghana 2-0 di semifinal.

Italia yang ketika itu di bawah asuhan Cesare Maldini (ayah dari Paolo Maldini) datang dengan talenta seperti Demitrio Albertini (20 tahun), Dino Baggio (21 tahun), hingga kiper Angelo Peruzzi (22 tahun).

Nigeria Juara 1996

Olimpiade Atlanta 1996 menjadi momen untuk tim dari Afrika ketika Nigeria tampil sebagai juara setelah megnalahkan Argentina di final.

Nigeria saat itu bukanlah tim yang diunggulkan. Mereka tampil dengan bintang seperti Nwankwo Kanu yang masih sangat muda, 19 tahun.

Bintang lainnya adalah Taribo West (22 tahun), Jay-Jay Okocha, atau Victor Ikpeba. Di Atlanta inilah pada 1996, Nigeria berhasil menguasai dunia.

Ketika itu, The Super Eegles menjadi tim asal Afrika pertama yang meraih medali emas dalam sepak bola Olimpiade setelah mengalahkan Argentina 3-2, di final.

Nwankwo Kanu merayakan gol dengan rekan setimnya dalam Olimpiade Atlanta 1996.
Nwankwo Kanu merayakan gol dengan rekan setimnya dalam Olimpiade Atlanta 1996. Twitter OptaJabu)

Namun, dari performa individu, Nwankwo Kanu. Dalam semifinal lawan Brasil tepatnya ketika dia mencetak gol jelang laga akan berakhir yang membuat kedudukan 3-3.

Berawal dari lemparan ke dalam yang dilakukan Jay-Jay Okocha, bola tersebut kemudian mengarah kepada Nwankwo Kanu.

Pemain ini kemudian menguasainya dengan mencungkil bola tersebut dan kemudian melepaskan tendangan voli. Gol tersebut memaksa laga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Itu merupakan gol terbaik karena selain diciptakan dengan cara yang mengesankan, terjadi dalam situasi penuh tekanan yang dirasakan oleh Nigeria.

Pada pertandingan semifinal ini, Nwankwo Kanu melukai Brasil dua kali.

Selain gol jelang babak kedua berakhir (menit ke-90), Nwankwo Kanu pula yang mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-94 ketika ditentukan lewat golden goal.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Olimpiade Lainnya:

Hasil Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo 2020: Rumania Langsung Menang setelah Absen 57 Tahun

Hasil Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo Grup D: Hat-trick Richarlison Bawa Brasil Kalahkan Jerman

Tag

Video

Berita Terkait

Dunia

Kamis, 22 Juli 2021

Hasil Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo Grup C: Argentina Tumbang di Tangan Australia

Argentina mengalami kekalahan dari Australia dalam pertandingan Grup C Olimpiade Tokyo.

Dunia

Kamis, 22 Juli 2021

Hasil Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo Grup D: Hat-trick Richarlison Bawa Brasil Kalahkan Jerman

Brasil tampil perkasa saat menghadapi Jerman di pertandingan penyisihan grup Olimpiade Tokyo 2020.

Dunia

Kamis, 22 Juli 2021

Hasil Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo 2020: Rumania Langsung Menang setelah Absen 57 Tahun

Rumania menang 1-0 atas Honduras dalam laga pertama penyisihan grup sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020, Kamis (22/7/2021).

Terbaru

Dunia

Senin, 25 Oktober 2021

Shunsuke Nakamura, Gelandang Jepang yang Bakat Besarnya Terlihat dari Usia 5 Tahun

Shunsuke Nakamura adalah pesepak bola asli Yokohama. Dia mulai bermain sepak bola secara kompetitif pada usia sanga belia baru lima tahun

Dunia

Senin, 25 Oktober 2021

Jadi Duta Piala Dunia 2022, David Beckham Bakal Kantongi Rp2,9 Triliun

egenda Manchester United, David Beckham akan mengantongi 150 juta poundsterling setelah dipilih sebagai duta Piala Dunia 2022 di Qatar.

Dunia

Jumat, 22 Oktober 2021

Will Robson, TopSkor J.League Pertama dari Brasil

Will Robson Emilio Andrade atau punya nama singkat Will adalah topskor J1 League musim 2001 dan menjadi pemain Brasil yang membuat sejarah

Dunia

Kamis, 21 Oktober 2021

Atsushi Yanagisawa, Pemain Muda Terbaik J.League yang Membela Dua Klub Italia

Penyerang asli Jepang atas nama Atsushi Yanagisawa merupakan Rookie of The Year J1 League 1997 yang kemudian punya karier di Liga Italia.

Dunia

Senin, 18 Oktober 2021

Yuki Abe, Gelandang Dua Tim J.League yang Berprestasi Level Klub di Asia

Yuki Abe bukan pesepak bola biasa dan dia termasuk salah satu gelandang klub J.League langganan timnas Jepang medio 2005 sampai 2011.

Dunia

Senin, 18 Oktober 2021

Pemain dengan Hat-trick Terbanyak di Tim Nasional

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo merupakan pemain dengan jumlah hat-trick tertinggi yang masih aktif hingga sekarang.

Dunia

Jumat, 15 Oktober 2021

Hwang Sun-hong, TopSkor Pertama J.League dari Korea Selatan

Striker asal Korea Selatan atas nama Hwang Sun-hong adalah pemain Negeri Gingseng pembuat sejarah di J.League

Dunia

Jumat, 15 Oktober 2021

Hasil Brasil vs Uruguay: Brace Raphinha Bantu Kokohkan Tim Samba di Puncak Klasemen

Brasil sukses mencukur Uruguay dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022, Jumat (15/10/2021) pagi WIB.

Dunia

Jumat, 15 Oktober 2021

Hasil Argentina vs Peru: Gol Tunggal Lautaro Martinez Pastikan Kemenangan Albiceleste

Berikut ini adalah hasil dan jalannya pertandingan antara Argentina vs Peru pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Dunia

Jumat, 15 Oktober 2021

Link Live Streaming Argentina vs Peru di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Berikut link live streaming Argentina vs Peru di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Terpopuler Satu Pekan

Keyword Populer

Sepak Pojok

X