Generasi Emas Sepak Bola Olimpiade: Lahirnya Samuel Eto'o dan Carlos Tevez

23 Juli 2021, 14:45 WIB
Editor: Irfan Sudrajat
Skuad Kamerun saat meraih medali emas di Olimpiade Sydney 2000.
Skuad Kamerun saat meraih medali emas di Olimpiade Sydney 2000. /(Twitter africansinsport)

SKOR.id - Penyelenggaran Olimpiade diadakan setiap empat tahun sekali dan pada tahun ini berlangsung Olimpiade Tokyo 2020.

Sebelum Olimpiade 2020, terdapat pagelaran Olimpiade lain, seperti Olimpiade Sydney 2000 dan Olimpiade Athena 2004.

Dua gelaran Olimpiade tersebut memiliki cerita menarik di cabang olahraga sepak bola.

Seperti, Kamerun yang meraih medali emas di Olimpiade 2000 dan Argentina di Olimpiade 2004.

Kejuaran tersebut juga melahirkan bintang sepak bola, yaitu Samuel Eto'o (Kamerun) dan Carlos Tevez (Argentina).

Berikut dua Olimpiade yang menandai lahirnya dua bintang sepak bola dunia:

Kamerun Juara 2000

Olimpiade Sydney 2000 menjadi momen yang berkesan bagi timnas Kamerun. Mereka sukses mengorbitkan pemain-pemain bintang, salah satunya Samuel Eto'o.

Pada saat itu, Samuel Eto'o masih berusia 19 tahun bergabung bersama Geremi Njitap (21) dan Lauren Etame (23).

Eto'o mengantarkan Kamerun ke final Olimpiade 2000 untuk berjumpa dengan Spanyol. Skuad Spanyol saat itu diperkuat Xavi Hernandez, Carles Puyol, serta Albert Luque.

Samuel Eto'o (kiri-atas) saat menjuarai Olimpiade Sydney 2000.
Samuel Eto'o (kiri-atas) saat menjuarai Olimpiade Sydney 2000. (Twitter africansinsport)

Kamerun dan Spanyol bermain imbang 2-2 di waktu normal. Tetapi tim asuhan Jean-Paul Akono, sukses meraih kemenangan 5-3 lewat adu penalti.

Eto'o berhasil mencetak satu gol pada turnamen tersebut. Tetapi permainannya dapat menarik perhatian kala itu.

Kemenangan tersebut juga membuat nama Kamerun semakin diperhitungkan di kejuaraan-kejuaraan internasional.

Argentina Juara 2004

Timnas Argentina tidak akan melupakan momen kemenangan di Olimpiade Athena 2004. Kala itu, Argentina tengah ditukangi pelatih Leeds United saat ini, Marcelo Bielsa.

Carlos Tevez (kiri) mencetak gol tunggal Argentina saat mengalahkan Paraguay di Olimpiade Athena 2004.
Carlos Tevez (kiri) mencetak gol tunggal Argentina saat mengalahkan Paraguay di Olimpiade Athena 2004. (Twitter fifa.com)

Kala itu, Bielsa memanggi sejumlah bintang muda, seperti Carlos Teves (20), Javier Mascherano (20), serta Willy Caballero (20). Tevez menjadi pemain yang disorot pada turnamen tersebut.

Tevez memainkan enam pertandingan dengan total mencetak delapan gol di sepanjang Olimpiade 2004 sekaligus tampil sebagai pencetak gol terbanyak.

Ia juga sukses membantu La Abiceleste meraih medali emas usai menumbangkan Paraguay 1-0.

Gol Argentina pada laga tersebut dicetak oleh Tevez pada menit ke-18 usai menyambut umpan silang rekannya.

Penampilan apik Carlos Tevez di Olimpiade Athena 2004 membuatnya direkrut Corinthias dari Boca Juniors pada awal tahun 2005.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Olimpiade Lainnya:

Olimpiade Tokyo 2020: Pemain Korsel Enggan Jabat Tangan Usai Kalah dari Selandia Baru

Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Pedri Dipaksa Main 66 Pertandingan dalam Setahun

Tag

Video

Komentar

Berita Terkait

Badminton

Rabu, 31 Maret 2021

11 Tiket Sementara Bulu Tangkis Indonesia ke Olimpiade Tokyo

Ketujuh tiket tersebut terdiri dari masing-masing dua tunggal putra dan ganda putra serta satu tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Olahraga Lain

Minggu, 20 Juni 2021

2 Perenang Indonesia Tembus Olimpiade Tokyo via Jalur Wild Card

Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani lolos Olimpiade Tokyo usai meraih poin tertinggi di IOT, 19-20 Juni.

Olahraga Lain

Sabtu, 17 Juli 2021

10 Atlet Terkenal Cina yang Hilang di Olimpiade Tokyo, Tak Hanya Lin Dan

Beberapa atlet unggulan Cina takkan berlaga pada Olimpiade Tokyo dengan alasan regenerasi.

Terbaru

Dunia

Selasa, 21 September 2021

Daftar Terbaru 11 Pelatih Timnas Negara ASEAN untuk Piala AFF 2020

Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) memastikan drawing terbaru Piala AFF 2020 akan terlaksana sore ini, Selasa (21/9/2021).

Dunia

Senin, 20 September 2021

Takashi Hirano, si Petualang J.League yang Mengakhiri Karier di Kanada

Takashi Hirano adalah gelandang yang bisa disebut pesepak bola petualang di J.League tetapi dia memilih pensiun setelah berkarier di Kanada

Dunia

Jumat, 17 September 2021

Patrick Mboma Rela Tinggalkan PSG lalu Jadi TopSkor Pertama J.League asal Afrika

Patrick Mboma bukan pemain asing asal Afrika pertama di J.League, tetapi dia adalah jadi topskor pertama asal Benua Hitam di Liga Jepang.

Dunia

Rabu, 15 September 2021

Kazuaki Tasaka, Rookie Terbaik Edisi Kedua J.League yang Bersinar Sejak Pertama

Rookie atau pemain baru terbaik J.League 1994 sangat layak diberikan kepada gelandang kelahiran Hiroshima atas nama Kazuaki Tasaka

Dunia

Selasa, 14 September 2021

10 Stadion Paling Aneh di Dunia, Salah Satunya di Asia Paling Canggih

Banyak hal yang membuat sebuah stadion sepak bola unik dan aneh, mulai dari lokasi, hingga teknologi.

Dunia

Selasa, 14 September 2021

Kisah Marcel Sabitzer, Lepas Ban Kapten RB Leipzig demi Hias Bangku Cadangan Bayern Munchen

Bayern Munchen akan melawat ke markas Barcelona untuk melakoni matchday 1 Grup E Liga Champions 2021-2022.

Dunia

Selasa, 14 September 2021

AFC Tanggapi Usulan Piala Dunia 2 Tahun Sekali, Timnas Indonesia Ikut Diuntungkan

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhirnya angkat bicara tentang wacana dihelatnya Piala Dunia dua tahun sekali.

Dunia

Selasa, 14 September 2021

Siap Lawan Vietnam sampai Indonesia, India Ajukan Proposal Ikut Piala AFF

Memburu lawan tangguh dari ASEAN seperti Vietnam, Thailand, sampai Indonesia, India minat gabung Piala AFF

Dunia

Senin, 13 September 2021

Hiroaki Morishima, Pejuang Setia Cerezo Osaka yang Bawa Jepang Juarai Asia

Hiroaki Morishima adalah pemain setia Cerezo Osaka dari 1991 sampai 2008 yang punya catatan istimewa bersama timnas Jepang.

Dunia

Sabtu, 11 September 2021

Kazuyoshi Miura, TopSkor Pertama J.League saat Berformat Single Season

J.League edisi 1996 mengalami perubahan format yang beda dari tiga musim sebelumnya dan Kazuyoshi Miura langsung jadi topskor.
X