CERITA RAMADAN: Hazar Abufazl, Pelopor Sepak Bola Wanita di Afghanistan

1 Mei 2021, 18:20 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Hazar Abulfazl ketika masih aktif bermain sepak bola. /(Facebook Hazar Abulfazil)

  • Hazar Abulfazl (Abulfazil) menginspirasi publik Afghanistan lewat sepak bola.
  • Hazar Abulfazl membuat wanita Afghanistan berani untuk menang dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
  • Perjuangannya diawali dengan meyakinkan keluarganya sehingga dirinya mendapat dukungan untuk bermain.

SKOR.id - Selalu ada generasi pertama. Di Afganistan, nama Hazar Abulfazl dapat ditempatkan sebagai generasi pertama dalam sepak bola wanita sejak jatuhnya kekuasaan Taliban pada 2001.

Hazar Abulfazl merupakan pemain timnas putri Afganistan lebih dari 10 tahun.

Membutuhkan waktu dan pengorbanan dalam hal ini meyakinkan keluarganya bahwa wanita bermain sepak bola bukanlah perbuatan dosa.

Dia sudah tertarik dengan sepak bola sejak berusia 12 tahun. Bahkan, bergabung dengan tim sepak bola sekolah dan kemudian terpilih menjadi kapten timnas wanita Afganistan.

"Jalan saya di sepak bola melalui jalur yang sulit, jalur 'jendela'" kata Hazar Abulfazl, tertawa. Seringkali dirinya secara diam-diam keluar rumah memilih lewat jendela.

Meski masih mampu tertawa, mata Hazar Abulfazl telah merekam sejumlah peristiwa sedih di negerinya.

"Semua orang sudah tahu tentang Stadion Ghazi, tempat eksekusi selama masa sulit," kata Hazar lagi.

Tidak jarang para wanita menjadi korban dari eksekusi yang digelar di stadion tersebut. Kini, Stadion Ghazi telah berubah dan telah menjadi kebanggaan bagi pemain sepak bola di Afghanistan.

Namun, soal perjuangan masa kecilnya yang harus melewati adangan pamannya, bagian dari perjuangannya secara personal. Setelah meyakinkan keluarga (kedua orangtua), yang tersulit adalah meyakinkan pamannya.

Dalam budaya masyarakat Afghanistan, paman memiliki sosok yang sangat penting di keluarga, khususnya bagi anak perempuan.

Tidak mungkin baginya untuk melalui pintu di mana ada pamannya yang sudah mengadangnya.

Itulah yang seringkali terjadi. Pamannya selalu mengadangnya di pintu melarangnya untuk keluar bermain sepak bola.

"Dia berkata 'Hajar, ini (wanita bermain sepak bola) bertentangan dengan Islam, kamu tidak dapat melakukan ini,'" kata Hazar Abulfazl, bercerita.

Hazar Abulfazl saat melepaskan tembakan di Stadion Ghazi, Kabul.
Hazar Abulfazl saat melepaskan tembakan di Stadion Ghazi, Kabul. (Bustle)

"Dia biasanya juga melanjutkan dengan kata 'Jika kamu terus bermain sepak bola, kami tidak akan menemukan suami. Dan, kalaupun kamu mendapatkan suami, pikirkan anak kamu. Betapa akan malu mereka, pikirkan anak-anak kamu,'" kata Hazar Abulfazl lagi, bercerita.

Hazar Abulfazl bermain untuk timnas selama hampir 10 tahun, sejak 2008 hingga 2017. Sejumlah turnamen telah diikutinya seperti South Asian Football Federation pada 2010 dan 2012.

Perannya di dalam tim adalah sebagai gelandang. Setelah kariernya sebagai pemain timnas berakhir, dia kemudian menjadi kepala dari komite wanita di Federasi Sepak Bola Afghanistan pada 2012 hingga 2014.

Gelarnya sebagai dokter didapat setelah belajar di Universitas Khatam Al-Nabieen, sebuah universitas privat yang berada di Kabul, Afganistan.

"Saya ingin berbuat sesuatu untuk negeri saya," kata Hazar Abulfazl, seperti dalam bukunya yang berjudul My Journey, My Dream, pada 2020 lalu.

Mural di Kabul, Afghanistan yang memperlihatkan perubahan yang terjadi dengan munculnya sosok inspiratif, di antaranya gambar Hazar Abulfazl dalam bidang sepak bola.
Mural di Kabul, Afghanistan yang memperlihatkan perubahan yang terjadi dengan munculnya sosok inspiratif, di antaranya gambar Hazar Abulfazl dalam bidang sepak bola. (Twitter)

Usianya saat ini masih 27 tahun. Namun, wanita kelahiran Kabul, 11 November 1993 ini memilih untuk memberikan tenaga dan pikirannya sebagai dokter tim nasional wanita Afghanistan.

Tidak mudah bagi Hazar Abdulfazl untuk menyalurkan kegemarannya bermain sepak bola.

Ketika kecil, tidak ada keinginan namanya untuk terkenal sebagai salah satu pemain wanita yang berhasil melalui sejumlah rintangan dalam tradisi keluarga dan juga masyarakat negeri kelahirannya.

"Saya lahir di Kabul, Afghanistan. Keluarga saya pergi meninggalkan negeri ketika perang terjadi. Saat perang berakhir, kami kembali lagi ke Kabul dan di saat itu, saya mulai bermain sepak bola, dalam usia 14 tahun," kata Hazar Abufazl.

"Setelah bermain di sejumlah turnamen, saya terpilih masuk timnas pada 2008," kata Hazar Abufazl lagi.

Keyakinannya sebagai pemeluk agama Islam terefleksikan dari kebanggaannya sebagai ambasador dari Shizanan, sebuah grup olahraga wanita penganut Islam (Muslim Women Sports Advocacy).

Hazar Abulfazl kini aktif memberikan dukungan kepada atlet wanita, khususnya di Afghanistan.
Hazar Abulfazl kini aktif memberikan dukungan kepada atlet wanita, khususnya di Afghanistan. (Twitter)

Kini, kata-kata pamannya masih selalu diingat dan dia merasa beruntung karena saat itu, dirinya tetap bermain sepak bola.

"Bagi saya, tidak ada kaitan antara Islam dan melarang wanita berolahraga," kata Hazar Abufazl lagi.

Meski demikian, dia memang mengakui bahwa dalam hampir kebanyakan keluarga di Afghanistan, wanita dan anak-anak gadis remaja biasanya harus selalu di rumah.

Mereka hanya bertugas membersihkan rumah, memasak, menikah, lalu memiliki anak. Sedangkan olahraga hanya untuk laki-laki.

"Saya ingin menggunakan kekuatan olahraga untuk memperlihatkan kekuatan perempuan kepada semua orang," kata Hazar Abulfazl lagi.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia. 

Berita Bola Internasional Lainnya:

Zinedine Zidane Tegaskan Sergio Ramos Siap Hadapi Chelsea

CERITA RAMADAN: Hamza Choudhury, Tidak Lupa Baca Ayat Kursi dan Dukung Midnight Ramadan

Jurgen Klopp Pesimistis Raih Tiket Liga Champions, Liverpool Beralih ke Liga Europa

  • Sumber: BBC, Twitter
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    MMA

    Senin, 26 April 2021

    CERITA RAMADAN: Alasan Khabib Nurmagomedov Enggan Berduel saat Bulan Puasa

    Khabib Nurmagomedov adalah petarung MMA beragama Islam yang enggan bertanding saat Ramdan telah tiba.

    Liga Inggris

    Selasa, 27 April 2021

    CERITA RAMADAN: Jauh Sebelum Mo Salah dan Mane, Nayim yang Lebih Dulu Dipuja Suporter di Liga Inggris

    Karier Nayim di Tottenham Hotspur sebagai pemain musim pertama di Liga Inggris, yang kemudian bergabung dengan Zaragoza.

    Formula 1

    Rabu, 28 April 2021

    CERITA RAMADAN: Perjuangan Rio Haryanto Lewati Bulan Puasa di Formula 1

    Sang Ibu menceritakan kisah Rio Haryanto yang tetap berpuasa di tengah-tengah rangkaian balapan

    Balap

    Kamis, 29 April 2021

    CERITA RAMADAN: Laleh Seddigh, Balap Mobil, dan Perjuangan Kesetaraan Gender di Iran

    Melalui balap mobil, Laleh Seddigh menyuarakan kebebasan wanita dalam menentukan jalan hidupnya sendiri.

    Terbaru

    Dunia

    Senin, 17 Mei 2021

    Roberto Mancini Perpanjang Kontrak hingga 2026, FIGC Berharap Italia Juara Piala Eropa dan Piala Dunia

    Roberto Mancini telah memperpanjang kontrak sebagai pelatih timnas Italia.

    Dunia

    Senin, 17 Mei 2021

    Yasuyuki Konno, Andalan Timnas Jepang yang ''Penting'' Bagi FC Tokyo dan Gamba Osaka di J.League

    Yasuyuki Konno bisa dikatakan identik dengan FC Tokyo, tetapi juga "dekat" Gamba Osaka di J.League dan dia andalan timnas Jepang

    Dunia

    Senin, 17 Mei 2021

    Pelatih Timnas Malaysia Tak Mau Pikirkan Efek dari Mundurnya Korea Utara

    Pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, tak mau terlalu memikirkan dampak mundurnya Korea Utara dari Kualifikasi Piala Dunia 2022.

    Dunia

    Senin, 17 Mei 2021

    VIDEO: Momen Berkesan David Beckham di Piala Dunia

    David Beckham meninggalkan kenangan berkesan selama tiga kali tampil di Piala Dunia berbeda.

    Dunia

    Senin, 17 Mei 2021

    VIDEO: Gol-gol Romelu Lukaku di Piala Dunia

    Romelu Lukaku menyumbang lima gol dalam dua edisi terakhir Piala Dunia.

    Dunia

    Minggu, 16 Mei 2021

    VIDEO: Perjalanan Zidane di Piala Dunia, Juara hingga Tandukan

    Berikut ini video lika-liku perjalanan Zinedine Zidane di Piala Dunia.

    Dunia

    Sabtu, 15 Mei 2021

    Pelatih Timnas Swedia Umumkan Zlatan Ibrahimovic Tidak Dapat Tampil di Piala Eropa 2021

    Cedera yang dialami Zlatan Ibrahimovic membuatnya harus melupakan tampil di Piala Eropa 2020 (2021).

    Dunia

    Sabtu, 15 Mei 2021

    Eks Pemain Asing PSM Makassar Sukses Antarkan Timnya Raih Double Winner di Lebanon

    Kesuksesan menghampiri mantan pemain asing PSM Makassar, Hussein El Dor, bersama tim barunya di Lebanon.

    Dunia

    Sabtu, 15 Mei 2021

    Diabaikan Prancis, Aymeric Laporte Akhirnya Resmi Diizinkan Membela Timnas Spanyol

    Bek Manchester City, Aymeric Laporte, akan diperbolehkan untuk memperkuat timnas Spanyol.

    Dunia

    Jumat, 14 Mei 2021

    ''Saudara'' PSPS Riau Terancam Kena Hukuman dari Operator Liga Malaysia

    Kabar kurang enak menghampiri "saudara" PSPS Riau asal Liga Malaysia, Kelantan FC terkait pemain mereka yang terpapar Covid-19.

    Terpopuler

    menpora

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X