Best XI Roberto Mancini: Dari Fiorentina hingga Manchester City

7 Juli 2021, 22:45 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini.
Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini. /(Twitter.com/SSLazioCL)

SKOR.id - Roberto Mancini memulai kariernya sebagai pelatih di Fiorentina. Pertandingan pertamanya sebagai pelatih berjalan dengan baik.

Roberto Mancini meraih kemenangan dalam sebutnya sebagai pelatih, tepatnya pada 4 Maret 2001. Ketika itu, dia membawa Fiorentina menang 2-1 dalam laga tandang lawan Bari.

Roberto Mancini kemudian melatih Lazio. Pengalaman mulai membentuknya menjadi pelatih bertangan dingin.

Latar belakangnya sebagai pemain membuat dirinya memiliki insting dan intuisi yang sangat tajam sebagai allenatore.

Dari Lazio, ke Inter Milan, ke Manchester City, Galatasaray, kembali ke Inter Milan, lalu Zenit Saint Petersburg.

Ya, sebelum Josep Guardiola dan sebelum pelatih Manchester City lainnya, Roberto Mancini-lah sosok yang mendirikan tonggak dari sejarah dimulainya era dominasi The Citizens di Liga Inggris.

Roberto Mancini yang membuat publik Manchester City mengakhiri penantian gelar Liga Inggris setelah menunggu lebih dari 45 tahun.

Pelatih asal Italia ini yang membawa Manchester City juara Liga Inggris untuk kali pertama setelah penantian tersebut pada 2011-2012.

Baca Juga: Piala Eropa 2020: Jadwal, Hasil, Klasemen, Profil Tim dan Stadion Lengkap

Jauh sebelumnya, sebelum kedatangan Jose Mourinho di Inter Milan, Roberto Mancini pula yang membangun kembali kekuatan I Nerazzurri sehingga membawa Inter juara Liga Italia tiga musim beruntun (2005-2008).

Kecuali Zenit Saint Petersburg, semua klub yang di bawah kepelatihannya selalu meraih gelar. Setiap yang disentuhnya selalu menjadi emas.

Kini, tradisi bagus itu pula yang akan coba diraih Roberto Mancini bersama timnas Italia.

Pelatih Italia, Roberto Mancini saat mendampingi timnya menghadapi Spanyol di semifinal Euro 2020.
Pelatih Italia, Roberto Mancini saat mendampingi timnya menghadapi Spanyol di semifinal Euro 2020. (italy/twitter)

Pelatih 56 tahun ini berhasil membawa Italia melangkah ke final Euro 2020 setelah mengalahkan Spanyol di semifinal, Rabu (7/7/2021) dini hari WIB.

Jika berhasil, ini akan menjadi gelar yang sangat berharga bagi para pemain timnas Italia.

Mereka beruntung berada di bawah kepelatihan Roberto Mancini, seperti pemain lainnya di level klub yang juga berhasil mengukir karier mereka dengan gelar.

Menarik untuk melihat kembali siapa saja pemain yang termasuk beruntung pernah di bawah kepelatihan Roberto Mancini.

Skor.id merangkum deretan pemain tersebut menjadi Best XI Roberto Mancini dalam pola 4-2-3-1. Berikut ulasannya:

Kiper

Untuk di posisi ini, ada sejumlah penjaga gawang yang menjadi pemain kunci di bawah asuhan Roberto Mancini. Dari Francesco Toldo hingga Julio Cesar.

Meski demikian, ada satu penjaga gawang yang benar-benar merasakan tuah dari kehadiran Roberto Mancini. Kiper itu tiada lain adalah Joe Hart.

Penjaga gawang asal Inggris ini tumbuh menjadi salah satu kiper terbaik di Inggris selama bersama Roberto Mancini di Manchester City.

Joe Hart saat masih bermain untuk timnas Inggris.
Joe Hart saat masih bermain untuk timnas Inggris. (Twitter BBC Sport)

Total, dari 191 pertandingan Roberto Mancini sebagai pelatih Manchester City, Joe Hart bermain dalam 149 laga di semua ajang.

Belakang

Untuk lini pertahanan, ada sejumlah pemain yang ditempatkan dalam formasi empat bek. Mereka adalah Javier Zanetti di posisi bek kanan dan Giuseppe Favalli di posisi bek kiri.

Sedangkan untuk bek tengah ada Ivan Cordoba dan Vincent Kompany. Keempatnya memang merupakan ikon dari barisan pertahanan klub masing-masing ketika Roberto Mancini melatih mereka.

Javier Zanetti adalah kapten dari sukses Roberto Mancini membawa Inter Milan meraih gelar. Di posisi bek kanan ini ada juga Pablo Zabaleta, namun Javier Zanetti paling pas untuk posisi tersebut.

Mantan bek tengah sekaligus kapten Manchester City, Vincent Kompany.
Mantan bek tengah sekaligus kapten Manchester City, Vincent Kompany. (Twitter Daily Star Sport)

Javier Zanetti pemain kedua yang paling banyak tampil di era Inter Milan asuhan Roberto Mancini, 191 laga dari 226 pertandingan Inter Milan di era Mancini.

Untuk bek tengah, sosok Vincent Kompany pun paling pas, karena perannya yang sangat dominan di jantung pertahanan Manchester City.

Nama Vincent Kompany "menyisihkan" barisan bek tengah era Roberto Mancini seperti Marco Materazzi, Sinisa Mihajlovic, atau Walter Samuel.

Bersama Roberto Mancini, Vincent Kompany tampil dalam 153 pertandingan untuk Manchester City.

Tengah

Esteban Cambiasso (Inter Milan) dan Dejan Stankovic (Lazio dan Inter Milan), pas ditempatkan sebagai gelandang di depan perahanan.

Keduanya sangat kuat sebagai gelandang baik dalam aspek bertahan maupun membangun serangan dari ke dalaman. Esteban Cambiasso salah satu gelandang bertahan terbaik.

Pemain asal Argentina ini bagian yang tidak terpisahkan dari sukses Roberto Mancini membawa Inter Milan mendominasi.

Esteban Cambiasso bergabung ke Inter Milan pada musim pertama ketika Roberto Mancini melatih I Nerazzurri dengan status bebas transfer dari Real Madrid.

Baca Juga: Jadwal Semifinal Piala Eropa 2020: Italia vs Spanyol, Inggris vs Denmark

Esteban Cambiasso berain dalam 164 pertandingan selama masa kepelatihan Roberto Mancini, mencetak 21 gol dan memberikan 13 assist.

Dejan Stankovic juga pemain yang tidak dapat dipisahkan dari karier kepelatihan Roberto Mancini. Pertama mejadi bagian dari Lazio asuhan Mancini sebelum keduanya bereuni kembali di Inter Milan.

Dejan Stankovic tampil dalam 63 laga di Lazio, mencetak 10 gol dan memberikan 2 assist. Di Inter Milan, keduanya membawa Inter meraih sukses.

Total, Dejan Stankovic tampil dalam 224 laga di bawah asuhan Roberto Mancini, mencetak 29 gol dan memberikan 34 assist.

Best XI Roberto Mancini
Best XI Roberto Mancini (Grafis: Dede S Mauladi/Skor.id)

Untuk posisi sayap, ada Luis Figo di kanan dan David Silva di kiri. Luis Figo juga menjadi bagian dari sukses Inter Milan asuhan Mancini meraih gelar liga secara beruntun.

Pemain asal Portugal ini tampil dalam 115 laga untuk Inter Milan, mencetak 10 gol dan memberikan 26 assist. Luis Figo tetap berada di Inter Milan ketika Roberto Mancini pergi.

Yaya Toure merupakan generasi pertama transfer Manchester City di era kepelatihan Roberto Mancini. Bersama pelatih asal Italia ini, Yaya Toure muncul menjadi gelandang box-to-box.

Total, Yaya Toure bermain dalam 132 laga mencetak 128 gol dan memberikan 24 assist. Pemain lain yang tiba di Manchester City dalam era Roberto Mancini adalah David Silva.

David Silva merupakan kreator dari serangan Manchester City era Roberto Mancini.

Pemain asal Spanyol ini tampil dalam 141 laga di bawah asuhan Roberto Mancini, mencetak 19 gol dan memberikan 47 assist.

David Silva merupakan Pemain Terbaik Manchester City ketika klub ini meraih gelar Liga Inggris 2011-2012.

Sergio Aguero saat mencetak gol kemenangan Man City atas QPR, 13 Mei 2012.
Sergio Aguero saat mencetak gol kemenangan Man City atas QPR, 13 Mei 2012. Channel FootballMix/Youtube

Penyerang

Dalam pola 4-2-3-1, Sergio Aguero mendapatkan tempat di lini depan. Dia menjadi pemain dengan gol-gol penting yang diciptakannya untuk Manchester City.

Sergio Aguero total telah mencetak 64 gol dari 126 laga di bawah asuhan Roberto Mancini. Selain Sergio Aguero, Manchester City era Roberto Mancini ketika itu juga ada Carlos Tevez.

Salah satu gol yang menjadi ikon adalah saat mengoyak gawang Queen Park Rangers pada pekan terakhir 2011-2012 yang menentukan The Citizens meraih gelar.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Piala Eropa 2020 Lainnya:

Persebaran Gol Italia di Piala Eropa 2020: Terbagi Rata, Samai Rekor Euro 2 Dekade Lalu

Memori 3 Final Italia Sebelumnya di Piala Eropa: Pahit Lebih Mendominasi

  • Sumber: Sky Sports
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Dunia

    Senin, 5 Juli 2021

    5 Rekor Roberto Mancini sebagai Pelatih Timnas Italia

    Ada lima pencapaian spesial yang ditorehkan Roberto Mancini sejak menangani timnas Italia.

    Dunia

    Senin, 5 Juli 2021

    Italia vs Spanyol: Roberto Mancini Minta Bocoran soal Luis Enrique dari Daniele De Rossi

    Roberto Mancini memperingatkan pasukannya agar jangan meremehkan Spanyol.

    Dunia

    Rabu, 7 Juli 2021

    Italia vs Spanyol: Roberto Mancini Ingatkan Perjuangan Gli Azzurri Belum Berakhir

    Setelah lolos ke final, pelatih Italia, Roberto Mancini mengingatkan bahwa perjuangan Gli Azzurri belum berakhir di Euro 2020.

    Dunia

    Rabu, 7 Juli 2021

    Italia vs Spanyol: Roberto Mancini Akui Spanyol Sempat Bikin Ia Pusing

    Pelatih Italia, Roberto Mancini mengakui Spanyol sempat membuatnya pening saat melakukan mereka perubahan taktik.

    Terbaru

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Link Live Streaming Sepak Bola Putri di Olimpiade Tokyo, Sabtu (24/7/2021)

    Laga sepak bola putri di Olimpiade Tokyo 2020 bisa disaksikan di Vidio.com.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Johor Darul Takzim, Raja di Malaysia dan Inspirasi Terbaik bagi Klub Asia Tenggara

    Johor Darul Takzim (JDT) menjadi salah satu klub raksasa yang patut menjadi contoh klub-klub di kawasan Asia Tenggara.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Lanjutan Liga Super Malaysia, Kurniawan Minta Saddil Ramdani Cs Balas Dendam

    Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, memiliki optimisme tinggi jelang pertemuan lawan PJ City FC di lanjutan Liga Super Malaysia.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Kualitas Liga Domestik Kunci Sukses Australia Menang atas Argentina

    Australia mengejutkan dunia ketika mereka mengalahkan Argentina, 2-0, di fase grup.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Ademir Santos, Pemain Jepang Kelahiran Brasil yang Kariernya Pendek

    Dari awal karier senior sampai pensiun muda, Ademir Santos hanya gabung dua klub yang main di Japan Soccer League serta J.League.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Lahirnya Samuel Eto'o dan Carlos Tevez

    Samuel Eto'o menjadi perhatian besar pada Olimpiade Sydney 2000 ketika timnas Kamerun tampil sebagai juara.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Pemain Korsel Enggan Jabat Tangan Usai Kalah dari Selandia Baru

    Pemain Korea Selatan diketahui melakukan tindakan tidak terpuji dengan menolak berjabat tangan dengan pemain Selandia Baru di Olimpiade Tokyo 2020.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Takefusa Kubo Sejak Awal Yakin Bisa Cetak Gol di Laga Jepang vs Afrika Selatan

    Winger muda timnas Jepang, Takefusa Kubo, sudah prediksikan sejak awal bakal mencetak gol di laga Olimpiade Tokyo 2020 melawan Afrika Selatan.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Pedri Dipaksa Main 66 Pertandingan dalam Setahun

    Pedri kini tercatat sudah bermain sebanyak 66 pertandingan dalam setahun.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Munculnya Josep Guardiola dan Nwankwo Kanu

    Olimpiade 1992 ditandai tampilnya pemain muda Josep Guardiola dan Atalanta 1996 gol Nwankwo Kanu yang membawa Nigeria juara.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X