5 Maracanazo dalam Sepak Bola, Inggris dan Brasil Harus Waspada

10 Juli 2021, 22:25 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Momen laga Uruguay vs Brasil di Stadion Maracana pada Piala Dunia 1950.
Momen laga Uruguay vs Brasil di Stadion Maracana pada Piala Dunia 1950. /(Twitter)

SKOR.id - Football is Coming Home. Belakangan, frase tersebut kerap terdengar seiring sukses timnas Inggris melangkah ke final Euro 2020.

Sepak bola kembali ke rumah. Namun, tidak jarang, dalam sejarah sepak bola, rumah menjadi begitu menakutkan, scary.

Bermain di rumah sendiri, menjadi keuntungan terendiri pula. Bukan kebetulan tentunya, karena saat ini bukan hanya Inggris yang berada dalam posisi tersebut melainkan juga Brasil.

Inggris di Euro 2020 dan Brasil di Copa America 2021. Keduanya berhasil ke final dan mereka akan bermain di kandang sendiri, di negeri mereka sendiri.

Faktor kandang, faktor tuan rumah dianggap menguntungkan. Lalu, apakah faktor itu akan menggagalkan lawan-lawan mereka, Italia dan Argentina? Tidak juga.

Sejarah sepak bola mengingatkan bahwa ada kejadian yang justru bertentangan dengan faktor tuan rumah tersebut.

Publik sepak bola dunia bahkan telah mengingat bagaimana sebuah tim yang bermain di kandang sendiri, di rumah sendiri justru mengalami rasa pahit dan kegetiran.

Siapa saja mereka? Jelang final Euro 2020 dan Copa America 2021, Skor.id merangkum lima dari sejumlah momen yang mematahkan anggapan bahwa bermain di kandang justru "mengerikan".

Peristiwa Maracanazo yang dialami Brasil dalam final Piala Dunia 1950 saat kalah dari Uruguay, menjadi salah satu yang dicatat sebagai momen pahit bagi Tim Samba.

Berikut lima Maracanazo yang terjadi dalam sepak bola, kekalahan tim tuan rumah yang menyakitkan:

1. Piala Dunia 1950: Uruguay 2-1 Brasil

Brasil pada Piala Dunia ini dipenuhi dengan pemain bintang pada masanya. Sebut saja Zizinho, Ademir, atau Augusto. Nama-nama yang memang asing untuk generasi masa kini.

Meski demikian, mereka merupakan bintang pada masanya. Dengan deretan pemain tersebut, Brasil berhasil memimpin klasemen setelah menang dalam dua pertandingan.

Pertandingan tersebut digelar di Stadion Maracana, tempat yang akan mempertemukan Argentina dan tuan rumah Brasil pada final Copa America 2021, Minggu (11/7/2021) nanti.

Namun, Stadion Maracana yang dipenuhi penonton (199.854 penonton) yang sebagian besar adalah publik sepak bola Brasil, justru memberikan akhir pahit.

Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk tampil sebagai juara setelah mereka memiliki empat poin. Uruguay yang ada di posisi kedua dengan tiga poin harus menang.

Di posisi ketiga ada Spanyol dengan satu poin dan Swedia yang tanpa poin. Albino Friaca berhasil membuat Brasil unggul pada menit ke-47 lewat gol yang diciptakannya.

Namun demikian, Uruguay berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-66 melalui Juan Schiaffino.

Mimpi Brasil pun musnah setelah Uruguay mencetak gol kedua melalui aksi Alcides Ghiggia pada menit ke-79. Uruguay menang 2-1 atas Brasil dan tampil sebagai juara di Negeri Samba.

2. Piala Dunia 1958: Brasil 5-2 Swedia

Kekalahan pahit Brasil di Maracana yang kemudian disebut dengan Maracanazo masih menghantui publik sepak bola Tim Samba.

Meski demikian, delapan tahun setelah persitiwa tersebut, Brasil justru meraih gelar di negeri orang yaitu di Solna, Swedia.

Piala Dunia yang digelar di Swedia memang diakhiri dengan tampilnya Brasil sebagai juara dunia. Itu kali pertama atau gelar Piala Dunia pertama bagi Brasil.

Sekaligus ajang ketika lahirnya Pele di turnamen ini. Dan, mereka meraih gelar tersebut setelah mengalahkan tuan rumah Swedia.

Cristiano Ronaldo saat berusia 19 tahun dalam euro 2004 ketika Portugal kalah di negeri sendiri oleh Yunani dalam final Euro 2004.
Cristiano Ronaldo saat berusia 19 tahun dalam euro 2004 ketika Portugal kalah di negeri sendiri oleh Yunani dalam final Euro 2004. (Twitter Euro 2020)

3. Piala Eropa 2004: Portugal 0-1 Yunani

Kali ini dalam Piala Eropa 2004, sejarah pahit tentang Maracanazo dialami Portugal. Tim dengan bertabur bintang seperti Cristiano Ronaldo menjadi modal yang besar.

Ditambah dengan faktor tuan rumah, idealnya membuat Portugal mampu meraih kemenangan dan tampil sebagai juara.

Meski demikian, yang terjadi justru sebaliknya. Yunani asuhan Otto Rehagel memberikan "pelajaran" tentang kemampuan organisasi permainan, bertahan, serta serangan balik.

Pada pertandingan ini, Portugal pun takluk hanya oleh satu gol yang diciptakan Angelos Charisteas.

Yunani pun mengukir kisah yang tidak semua menyangka bahwa mereka mampu melakukannya.

Cristiano Ronaldo yang ketika itu masih berusia 19 tahun dan bermain di Manchester United, pun menitikkan air mata setelah kekalahan tersebut.

4. Piala Eropa 2016: Portugal 1-0 Prancis

Laga final terjadi di Stade de France. Timnas Prancis asuhan Didier Deschamps tampil nyaris sempurna hingga mereka berhasil ke final.

Sebaliknya, Portugal sampai ke final ini justru dari jejak yang sulit. Mereka lolos ke fase knockout dengan status sebagai peringkat ketiga terbaik.

Bahkan, sepanjang fase knockout tersebut yaitu di 16 besar dan perempat final, mereka justru menderita, menang atas Kroasia lewat perpanjangan waktu dan menang atas Polandia lewat adu penalti.

Sebaliknya, langkah Prancis bermain di rumah sendiri sangat meyakinkan, di antaranya mengalahkan Jerman 2-0 di semifinal.

Namun, semua rapor tersebut runtuh ketika sebuah gol pemain Portugal bernama Eder pada perpanjangan waktu, membuat Prancis harus takluk di rumah sendiri.

Yang menarik pula, bahkan di laga ini Portugal tidak menurunkan Cristiano Ronaldo secara penuh karena cedera. CR7 ketika itu harus digantikan ketika laga baru berjalan 25 menit.

5. Copa America 1997: Brasil 3-1 Bolivia

Timnas Bolivia telah membentuk jejak yang indah ketika mereka menjadi tuan rumah pada Copa America 1997. Mereka berhasil lolos ke knockout dengan status juara grup.

Bolivia yang ketika itu memiliki pemain bintang seperti Erwin Sanchez atau Marco Atcheverry, mengalahkan Venezuela, Peru, dan Uruguay di fase grup.

Selanjutnya dalam perempat final, mereka mengalahkan Kolombia dan Meksiko di semifinal. Sukses tersebut pun membuat antusiasme publik tuan rumah semakin tinggi.

Namun, Bolivia akhirnya luluh lantak di tangan Brasil setelah kalah 1-3. Tiga gol Brasil diciptakan Denilson, Ronaldo Nazario, dan Ze Roberto. Satu-satunya gol Bolivia diciptakan Erwin Sanchez.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Bola Internasional lainnya:

Prediksi Final Copa America 2021 - Argentina vs Brasil: Misi Mengakhiri Penantian 28 Tahun

Prediksi Final Euro 2020 - Italia vs Inggris: Duel Dua Tim Terbaik di Eropa

Mau Juara Copa America 2021, Lionel Messi Harus Kalahkan Brasil dan Wasit

  • Sumber: Sky Sports
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Dunia

    Sabtu, 10 Juli 2021

    VIDEO: Momen Mario Balotelli Cetak Gol Kemenangan Italia Atas Inggris di Piala Dunia 2014

    Berikut ini merupakan video saat Mario Balotelli mencetak gol kemenangan Italia melawan Inggris pada Piala Dunia 2014.

    Dunia

    Sabtu, 10 Juli 2021

    Link Live Streaming Argentina vs Brasil di Final Copa America 2021

    Link live streaming laga Argentina vs Brasil ada di akhir tulisan ini.

    Dunia

    Sabtu, 10 Juli 2021

    Final Euro 2020: Inggris Didenda Rp517 Juta Gegara Sinar Laser ke Wajah Kasper Schmeichel

    Salah satu tindakan suporter Inggris yang menjadi sorotan adalah ketika mengarahkan sinar laser ke wajah Kasper Schmeichel.

    Dunia

    Sabtu, 10 Juli 2021

    Road to Final Copa America 2021: Argentina Tampil Meyakinkan sebagai Calon Juara

    Melihat kembali jejak timnas Argentina di Copa America 2021 ini yang membuat mereka berhasil ke final.

    Terbaru

    Dunia

    Selasa, 3 Agustus 2021

    5 Bintang Jepang yang Mewarnai Liga Spanyol

    Sederet bintang Jepang yang berkarier di Liga Spanyol.

    Dunia

    Selasa, 3 Agustus 2021

    Hasil Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo: Brasil ke Final setelah Singkirkan Meksiko dalam Adu Penalti

    Brasil ke final sepak bola putra Olimpiade 2020 setelah menyingkirkan Meksiko dalam drama adu penalti, 4-1.

    Dunia

    Selasa, 3 Agustus 2021

    Link Live Streaming Semifinal Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo 2020: Jepang vs Spanyol

    Link live streaming semifinal Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga sepak bola putra antara Jepang vs Spanyol.

    Dunia

    Selasa, 3 Agustus 2021

    Link Live Streaming Semifinal Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo 2020: Meksiko vs Brasil

    Pertandingan Meksiko vs Brasil bisa disaksikan melalui link live streaming di akhir artikel.

    Dunia

    Selasa, 3 Agustus 2021

    Prediksi Semifinal Sepak Bola Putra di Olimpiade Tokyo 2020: Meksiko vs Brasil

    Berikut ini adalah prediksi pertandingan semifinal sepak bola Olimpiade Tokyo 2020 antara Meksiko vs Brasil.

    Dunia

    Selasa, 3 Agustus 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Takefusa Kubo Sudah Mengira Jepang Akan Bertemu Spanyol di Semifinal

    Takefusa Kubo sudah memprediksi bahwa Jepang akan bertemu Spanyol di semifinal.

    Dunia

    Selasa, 3 Agustus 2021

    Jadwal Semifinal Sepak Bola Putra Olimpiade Tokyo Hari Ini, Selasa (3/8/2021)

    Berikut ini jadwal semifinal sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020 hari ini, Selasa (3/8/2021).

    Dunia

    Senin, 2 Agustus 2021

    Hasil Semifinal dan Jadwal Final Sepak Bola Putri Olimpiade Tokyo 2020

    Kanada dan Swedia dipastikan akan saling berhadapan pada babak final sepak bola putri Olimpiade Tokyo 2020.

    Dunia

    Senin, 2 Agustus 2021

    Hasil Sepak Bola Putri Olimpiade Tokyo 2021: Swedia Lolos ke Final Dua Kali Beruntun

    Ini kali kedua beruntun Swedia melenggang hingga ke babak perebutan medali emas.

    Dunia

    Senin, 2 Agustus 2021

    Hasil Sepak Bola Putri Olimpiade Tokyo: Kejutan, Amerika Serikat Disingkirkan Kanada

    Kanada secara mengejutkan berhasil menyingkirkan Amerika Serikat pada semifinal sepak bola putri Olimpiade 2021.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X