5 Keputusan Transfer Terburuk, Chelsea yang Menjual Kevin De Bruyne hingga Harga Fantastis Neymar

8 Januari 2021, 15:50 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Paul Pogba yang bergabung ke Juventus setelah dilepas oleh Manchester United pada 2012 silam. /(Twitter Squawka)

  • Dalam bursa transfer sejumlah klub dinilai telah melakukan kekeliruan yang fatal.
  • Beberapa klub juga tidak dapat memanfaatkan hasil penjualan bintang mereka dengan membeli pemain yang justru gagal bersinar.
  • Penjualan Paul Pogba oleh Manchester United dan membelinya salah satu contoh kegagalanTim Setan Merah dalam menjaga sang pemain tersebut.

SKOR.id - Dalam bursa transfer seringkali ditandai dengan sejumlah keputusan yang keliru oleh beberapa klub besar di Eropa.

Memburu pemain tertentu namun setelah mendapatkan pemain tersebut, hasilnya justru di luar dari harapan.

Ada pula ketika pemain yang berhasil mereka dapatkan tidak mampu dimaksimalkan dan ketika menjual pemain tersebut, sang pemain justru malah memperlihatkan potensinya yang luar biasa.

Beberapa klub telah melaukan kesalahan, bukan hanya dalam soal kebijakan atau keputusan membeli pemain tertentu melainkan juga mengatur pemain tersebut dalam mendapatkan kemampuan terbaiknya.

Pembelian Manchester City terhadap Eliaquim Mangala dengan nilai 42 juta pound dari FC Porto pada 2014, salah satu contoh dari kegagalan sang pemain beradaptasi di kompetisi baru.

"Saya menyadari bahwa Liga Inggris sangat keras. Sangat berbeda dengan apa yang saya tahu selama ini," kata Eliaquim Mangala sebelum akhirnya dia dilepas dengan status bebas transfer ke Valencia.

Keputusan Manchester City era Josep Guardiola saat itu memperlihatkan sebagai pembelian yang gagal total.

Di sisi lain, ada momen ketika sebuah klub juga gagal membuat pemainnya tampil mengesankan meski sebenarnya memiliki potensi.

Kasus tersebut dapat dilihat di Chelsea ketika mereka melepas Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah. Kini, mereka dalam sorotan terkait pembelian dua bintang Jerman, Timo Werner dan Kai Havertz.

Atau ketika Manchester United melepas Paul Pogba tapi kemudian membelinya kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Skor.id mencoba merangkum 5 kebijakan atua keputusan transfer terburuk dalam sejarah klub Eropa, berikut kelima kebijakan transfer tersebut:

5. Totteham Tak Efektif Belanjakan Hasil Penjualan Gareth Bale

Tottenham Hotspur melepas Gareth Bale ke Real Madrid pada 2013. Penjualan sayap asal Wales ini memberikan sekitar 85,3 juta pound (ketika itu nilainya sekitar Rp1,4 triliun) ke dalam kas klub asal London tersebut.

Meski demikian, jumlah tersebut mereka belanjakan untuk pemain seperti Roberto Soldado, Paulinho, Etienne Capoue, Vlad Chiriches, Nacer Chaldi, Erik Lamela, dan Christian Eriksen.

Roberto Soldado pada musim terakhirnya di Tottenham Hotspur, 2014-2015, hanya mencetak satu gol dari 25 laga di Liga Inggris.
Roberto Soldado pada musim terakhirnya di Tottenham Hotspur, 2014-2015, hanya mencetak satu gol dari 25 laga di Liga Inggris. (Twitter Premier League)

Setelah melepaskan Gareth Bale, Tottenham Hotspur justru gagal meraih tiket Liga Champions untuk tiga musim beruntun selanjutnya.

Dari sederetan pembelian tersebut, hanya Christian Eriksen yang dapat dikatakan sebagai pembelian yang bagus. Erik Lamela baru mendapatkan momen terbaiknya belakangan ini.

4. Pembelian Madrid terhadap Eden Hazard

Melepas Cristiano Ronaldo ke Juventus pada 2018 memang memberikan ancaman bagi Real Madrid kehilangan mesin gol utamanya.

Namun, saat itu, Cristiano Ronaldo sudah berusia 33 tahun dan penjualannya membuat Los Merengues mendapatkan 100 juta euro (saat itu sekitar Rp1,70 triliun).

Dengan pemasukan tersebut, mereka pun akhirnya mendapatkan target nomor 1 yang mereka inginkan: Eden Hazard dari Chelsea dengan nilai pembelian yang sama.

Pemain depan Real Madrid, Eden Hazard, meringis kesakitan akibat cedera dalam laga Liga Championsmelawan Paris Saint-Germain di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 26 November 2019.
Pemain depan Real Madrid, Eden Hazard, meringis kesakitan akibat cedera dalam laga Liga Championsmelawan Paris Saint-Germain di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 26 November 2019. Gabriel Bouys/AFP

Masalahnya kemudian, Real Madrid tidak mempertimbangkan aspek kondisi Eden Hazard yang kemudian sayap asal Belgia ini justru lebih banyak berkutat dengan cedera.

Eden Hazard pun kini masuk dalam predikat "pembelian termahal yang keliru". Situasi ini tidak berbeda ketika Real Madrid mendatangkan sejumlah bintang namun tidak maksimal performanya.

Mereka adalah James Rodriguez, Luka Jovic, Asier Illarramendi, Mariano Diaz, Brahim Diaz, Lucas Silva, dan Nuri Sahin.

3. Paris Saint Germain, 222 Juta Euro untuk Neymar

Nilai yang dikeluarkan Paris Saint Germain sebesar 222 juta euro pada 2017 mendapatkan perhatian besar dalam sepak bola Eropa.

Banyak yang menilai, mengeluarkan 222 juta euro (saat itu sektiar Rp3,5 triliun) hanya untuk seorang pemain merupakan keputusan atau kesepakatan yang ironis.

Ya, kehadiran Neymar memang membuat Paris Saint Germain meraih tiga gelar Liga Prancis dalam tiga musim beruntun.

Namun, dengan pembelian tersebut, tidak cukup pula membawa Paris Saint Germain meraih gelar Liga Champions.

Paris Saint Germain ketika menyambut kedatangan Neymar pada 2017.
Paris Saint Germain ketika menyambut kedatangan Neymar pada 2017. (Twitter Paris Saint Germain)

Ironisnya, selalu ada isu terkait keinginan Neymar untuk kembali lagi ke Barcelona. Kebijakan transfer yang tidak bagus juga dilakukan Paris Saint Germain di tahun sebelumnya.

Mereka mendatangkan Julian Draxler, Goncalo Guedes, Grzegorz Krychowiak, Jese, dan Hatem Ben Afra. Deretan pemain tersebut faktanya bukan pembelian yang sukses.

Pada tahun itu pula, Paris Saint Germain kemudian memutuskan melepaskan Zlatan Ibrahimovic ke Manchester United.

2. Manchester United: Jual Paul Pogba dan Membelinya Kembali

Jika ada sebuah kesalahan dalam era kepelatihan Sir Alex Ferguson di Manchester United, tiada lain adalah keputusannya membiarkan klub menjual Paul Pogba ke Juventus pada 2012.

Keputusan tersebut kabarnya hanya dilatarbelakangi ketidaksukaan Alex Ferguson kepada sejumlah agen pemain, Mino Raiola salah satunya yang merupakan agen dari Paul Pogba.

Ketika itu, Manchester United hanya mendapatkan kompensasi sebesar 800 ribu pound.

Namun, kemudian mereka membelinya kembali dengna harga 89,3 juta pound dari Juventus, empat tahun kemudian (2016) (sekitar Rp1,6 triliun).

Manchester United ketika memperkenalkan Paul Pogba pada 2016 lalu setelah membelinya kembali dari Juventus.
Manchester United ketika memperkenalkan Paul Pogba pada 2016 lalu setelah membelinya kembali dari Juventus. (Twitter Manchester United)

Ada sejumlah kebijakan transfer buruk lainnya yang pernah dilakukan Manchester United dan semuanya untuk mendapatkan sosok pengganti peran Ryan Giggs.

Mulai dari Wilfried Zaha, Angel Di Maria, Memphis Depay, Alexis Sanchez.

Ya, keputusan Manchester United memberikan Henrikh Mkhitaryan ke Arsenal demi Alexis Sanchez merupakan keputusan yang buruk.

1. Chelsea: Melepas De Bruyne dan Mendatangkan Mo Salah

Chelsea mendatangkan Kevin De Bruyne pada Januari 2012 dengan nilai hanya 7 juta pound, namun kemudian mereka meminjamkan ke Werder Bremen pada 2012-2013.

Setelah performa yang mengesankan di Bundesliga, dia kembali lagi ke Liga Inggris bersama Chelsea.

Namun, ironisnya, Chelsea yang saat itu di bawah asuhan Jose Mourinho tidak dapat memaksimalkan potensi sang pemain.

Chelsea kemudian memutuskan untuk melepas Kevin De Bruyne ke Wolfsburg dengan niai 18 juta pound.

Hanya 18 bulan kemudian, Manchester City justru yang membawanya dengan nilai 55 juta pound.

Selanjutnya, sudah diketahui bahwa Kevin De Bruyne menjadi salah satu gelandan terbaik di Liga Inggris bersama The Citizens.

Kevin De Bruyne ketika masih bermain di Chelsea.
Kevin De Bruyne ketika masih bermain di Chelsea. (Twitter)

Ironisnya, Chelsea tidak mengambil pelajaran dari kasus Kevin De Bruyne.

Pada Januari 2014, mereka mengumumkan telah mendatangkan bintang asal Mesir bernama Mohamed Salah dengan nilai hanya 11 juta pound dari FC Basel.

Tapi, setelah tiga tahun, Mo Salah hanya tampil dalam 19 pertandingan untuk kemudian dipinjamkan ke Fiorentina. Chelsea menjual Mo Salah ke AS Roma dengan nilai 12 juta euro.

Kisahnya pun sudah diketahui kemudian, Liverpool yang mengambil Mo Salah dari Roma dengan nilai 36,9 juta pound. Dia kemudian menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia.

Bayangkan, Chelsea akan memiliki kekuatan yang dahsyat jika mereka ketika itu mempertahankan Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah.

Chelsea juga dinilai melakukan kesalahan ketika mereka membeli kiper dengan nilai 71,6 juta pound: Kepa Arrizabalaga pada 2018, nilai yang membuat pemain ini sebagai kiper termahal dunia.

Tapi, performanya justru di luar harapan dan membuat Chelsea kemudian harus mengeluarkan 20 juta pound untuk mendatangkan kiper Rennes, Edouard Mendy, untuk menggantikan Arrizabalaga.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Baca Juga:

5 Tantangan Mauricio Pochettino sebagai Pelatih Paris Saint Germain

5 Tim Pemutus Hegemoni Real Madrid dan Barcelona di Liga Spanyol

  • Sumber: ESPN
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Liga Inggris

    Selasa, 29 Desember 2020

    5 Pencetak Hattrick Terbanyak di Liga Inggris, Sergio Aguero Memimpin

    Penyerang Manchester City, Sergio Aguero, total telah menorehkan 12 hattrick dalam kariernya di Liga Inggris.

    Bola Internasional

    Kamis, 31 Desember 2020

    5 Tim dengan Daya Jelajah Terbaik di Meiji Yasuda J1 League 2020

    Sepanjang gelaran Meiji Yasuda J1 League 2020, ada lima tim yang punya daya jelajah super tinggi.

    Liga Inggris

    Senin, 4 Januari 2021

    Bukan Hanya Frank Lampard, Dua Pemain Ini Juga Bikin Manajemen Chelsea Pusing

    Bukan hanya Frank Lampard yang bikin manajemen Chelsea pusing belakangan ini. Dilansir dari Express, Kai Havertz dan Timo Werner pun demikian.

    Liga Inggris

    Kamis, 7 Januari 2021

    Tammy Abraham: Para Pemain Baru Chelsea Masih Perlu Waktu untuk Adaptasi

    Tammy Abraham menilai para pemain anyar Chelsea belum mengeluarkan potensi terbaiknya karena masih perlu waktu untuk penyesuaian.

    Terbaru

    Liga Italia

    Jumat, 22 Januari 2021

    AC Milan Siapkan Perpanjangan Kontrak Davide Calabria

    Davide Calabria memiliki peranan penting membawa AC Milan ke puncak klasemen. Liga Italia.

    Liga Inggris

    Jumat, 22 Januari 2021

    Legenda Liverpool Sebut Gelar Liga Inggris Menjauh dari The Reds

    Liverpool gagal memangkas selisih poin dengan Manchester United usai kalah dari Burnley.

    Dunia

    Jumat, 22 Januari 2021

    Usai Ditunda Sebulan, Liga Thailand Dapat Lampu Hijau untuk Bergulir Kembali

    Liga Thailand yang sempat ditunda satu bulan sejak Desember lalu, dikabarkan kembali akan bergulir.

    Liga Inggris

    Jumat, 22 Januari 2021

    Jurgen Klopp Terlibat Adu Mulut dengan Pelatih Burnley di Lorong Pemain

    Jurgen Klopp terlihat marah bahkan hingga mengejar pelatih Burnley, Sean Dyche, di lorong pemain.

    Liga Spanyol

    Jumat, 22 Januari 2021

    Pelatih Barcelona Tak Terima Pemainnya Gagal Cetak 2 Gol Penalti

    Dua pemain Barcelona gagal mencetak gol penalti dalam satu laga saat menghadapi Cornella pada ajang Copa del Rey.

    Dunia

    Jumat, 22 Januari 2021

    Pandemi Belum Usai, Piala Eropa 2020 Berpotensi Hanya Digelar di Satu Negara

    UEFA disebut sedang mempertimbangkan untuk menggelar Piala Eropa 2020 di satu negara karena pandemi yang belum usai.

    Liga Spanyol

    Jumat, 22 Januari 2021

    Tampil di Tim Senior, Wonderkid Barcelona Sebut Copa del Rey Tak Mudah

    Barcelona memberi kesempatan kepada wonderkid-nya, Ilaix Moriba, untuk tampil melawan UE Cornella di ajang Copa del Rey.

    Liga Inggris

    Jumat, 22 Januari 2021

    Jurgen Klopp: Liverpool Tak Bisa Bayangkan Gelar Liga Inggris

    Kalah di tangan Burnley membuat Liverpool belum pikirkan soal persaingan gelar Liga Inggris.

    Bola Internasional

    Jumat, 22 Januari 2021

    Leroy Sane: Suara Pep Guardiola Terus Terngiang di Telinga Saya

    Leroy Sane menggambarkan bagaimana Pep Guardiola membantunya mencapai level seperti sekarang.

    Liga Inggris

    Jumat, 22 Januari 2021

    Statistik Pertandingan Liverpool Selama 68 Laga Tak Terkalahkan di Anfield

    Liverpool harus merasakan kenyataan pahit saat mereka kalah dari Burnley di Anfield pada pertandingan Liga Inggris.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X