5 Gol Indah dalam Sejarah Piala Eropa: Kecerdikan Poborsky hingga Kemustahilan Van Basten

6 Juni 2021, 23:10 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Marco Van Basten ketika melepaskan tembakan ke gawang Uni Soviet pada Piala Eropa 1998.
Marco Van Basten ketika melepaskan tembakan ke gawang Uni Soviet pada Piala Eropa 1998. /(Twitter ESPN)

SKOR.id - Dalam sejarah Piala Eropa, dari 1960 hingga 2016, begitu banyak gol telah tercipta.

Dari gol pertama yang diciptakan Milan Galic dalam laga Yugoslavia vs Prancis pada Piala Eropa 1960, hingga gol terakhir dalam turnamen ini yang ciptakan Eder untuk Portugal pada Piala Eropa 2016.

Total, menurut UEFA.com, telah terkoleksi 687 gol sepanjang digelarnya Piala Eropa sejak 1960 hingga 2016.

Berarti pula, tidak akan lama lagi akan mencapai landmark 700 gol tentunya pada Piala Eropa 2020 yang akan segera digelar, akhir pekan ini.

Begitu banyak gol tercipta dalam turnamen terbesar antarnegara Eropa ini. Begitu banyak gol indah yang terjadi.

 

Bagi publik sepak bola Portugal, yang namanya gol indah adalah gol Eder yang tercipta pada menit ke-108, perpanjangan waktu.

Karena gol tersebut yang menentukan timnas Portugal tampil sebagai juara setelah mengalahkan Prancis.

Sedangkah bagi Ivica Vastic, golnya indah bagi dirinya karena dalam usia 38 tahun 257 hari, dia menjadi pemain degan usia tertua yang menorehkan gol di ajang ini.

Gol tersebut terjadi pada fase grup Piala Eropa 2008 dalam laga Austria vs Polandia.

Demikianlah, setiap gol tentu memiliki makna tersendiri. Meski demikian, akan selalu ada gol indah bagi hampir semua publik sepak bola Eropa atau dunia.

Gol yang tercipta yang memperlihatkan aspek keindahan, kejutan, aksi individu, spektakuler, atau sampai kepada yang "tidak mungkin".

Skor.id merangkum 5 gol indah yang banyak diulas berulang kali dan diakui sebagai gol luar biasa dalam sejarah Piala Eropa. Siapa dan bagaimana gol indah itu terjadi? Berikut ulasannya:

1. Karel Poborsky

Gol Karel Poborsky terjadi pada Piala Eropa 1996 dalam perempat final saat Republik Ceko menghadapi Portugal.

Gol tersebut seperti mengubah atmosfer pertandingan yang semula sedikit membosankan karena laga berjalan begitu ketat, dikejutkan oleh aksi Karel Poborsky.

Karel Poborsky ketika mencungkil bola yang membuat terciptanya gol indah saat lawan Portugal.
Karel Poborsky ketika mencungkil bola yang membuat terciptanya gol indah saat lawan Portugal. (Twitter UEFA.com)

Tepatnya pada babak kedua yaitu menit ke-53. Karel Poborsky berhasil mengoyak gawang timnas Portugal yang dijaga kiper Vitor Baia.

Gol tersebut terjadi setelah Karel Poborsky melakukan aksi solo run, melewati sekitar empat pemain lawan, untuk kemudian mencungkil bola tersebut melewati Vitor Baia dan masuk ke gawang.

Mengapa gol ini indah? Gol ini tercipta dengan proses yang lengkap: aksi individu, kecepatan, inisiatif, dan kecerdikan.

Momen ketika bola melambung lalu bergerak turun, membentuk kurva menjadi momen yang mengagumkan. Di sini pula ada aspek kejutan.

Sedangkan kemampuannya dalam mengukur kekuatan tembakan dengan melihat posisi Vitor Baia memperlihatkan Karel Poborsky adalah pemain yang cerdik.

2. Zlatan Ibrahimovic

Gol Zlatan Ibrahimovic ke gawang timnas Prancis termasuk gol indah yang kerap dibicarakan, khususnya saat mengulas soal gol-gol indah yang pernah diciptakannya.

Zlatan Ibrahimovic menciptakan gol tersebut dalam laga pamungkas mereka di Grup D Piala Eropa 2016.

Striker AC Milan tersebut mencetak gol dengan tendangan voli spektakuler di sekitar jantung pertahanan Les Bleus.

Zlatan Ibrahimovic melepaskan tendangan voli menyamping meneruskan umpan silang rekan setimnya, Sebastian Larsson dari sayap kanan.

Mengapa gol ini indah? Ini adalah gol ciri khas Zlatan Ibrahimovic. Penyerang tinggi kekar ini memang ahli dalam memaksimalkan kemampuan fisiknya sebagai petarung.

Kekuatan kaki serta jangkauannya menjadi faktor yang menambah kuatnya keindahan gerakan Ibra ketika itu.

Patut diberikan pujian pula kepada Sebastian Larsson, sang pemberi umpan. Zlatan Ibrahimovic pada momen tersebut mampu memanfaatkan posisi bola yang mengarah kepadanya.

Lalu, aspek tembakan first touch (langsung ditendang) juga menjadi faktor yang membuat gol ini indah.

Namun demikian, dari tendangan ini, yang paling menonjol tentu saja gaya Zlatan Ibrahimovic yang melepaskan tembakan tersebut dengan cara voli menyamping.

3. Paul Gascoigne

Gol indah Paul Gascoigne terjadi pada Piala Eropa 1996. Itu merupakan gol pertama dan gol terakhirnya dalam turnamen internasional, ketika timnas Inggris menghadapi Skotlandia pada fase Grup A.

Gol yang dicetak Paul Gascoigne salah satu gol terbaik yang pernah terjadi di ajang Euro. Itu ditandai pula dengan masuknya gol tersebut dalam nominasi gol terbaik di akhir turnamen.

Proses terjadinya gol ini sangat mengesankan. Bermula dari kiper David Seaman yang mengarahkan bola kepada Teddy Sheringham.

Paul Gascoigne merayakan gol lawan Skotlandia pada 1996.
Paul Gascoigne merayakan gol lawan Skotlandia pada 1996. (Twitter BBC Sport)

Lalu, Teddy Sheringham memberikan umpan lambung menyilang ke depan. Paul Gascoigne mengejar bola tersebut.

Ketika sampai di jantung pertahanan, saat dirinya diadang bek Skotlandia, Paul Gascoigne memperlihatkan aksi mengelabui bek tersebut dengan menendang yang membuat bola sedikit melambung ke sisi kanan melewati bek tersebut.

Gascoigne, kemudian melepaskan tembakan sebelum bola tersebut menyentuh tanah. Bola tembakannya keras tanpa bisa diantisipasi kiper Andy Goram.

Mengapa gol ini indah? Gol ini memperlihatkan aspek entertain, pertunjukan, dan ada unsur akrobatik dan trik dari cara Paul Gascoigne menghindar dari adangan lawan.

Cara yang genius yang tidak banyak pemain boleh jadi mampu atau terpikir melakukannya dalam situasi tersebut.

Trik tersebut kemudian disempurnakan dengan sebuah tembakan voli. Mereka yang menyaksikan gol tersebut melihat dua aksi dalam satu momen sekaligus dan gol itu yang membuatnya menjadi sangat indah.

4. Antonin Panenka

Gol Antonin Panenka mengiringi Cekoslowakia membuat sejarah dengan tampil sebagai juara Piala Eropa 1976. Pada saat itu, dalam final menghadapi Jerman Barat, gol Antonin Panenka lahir.

Cekoslowakia juara setelah di partai puncak mengalahkan Jerman Barat lewat adu penalti setelah dalam 120 menit laga imbang 2-2. Cekoslowakia menang adu penalti dengan skor 5-3.

Dalam drama adu penalti itulah Antonin Panenka memperlihatkan gol penalti yang mengejutkan.

Antonin Panenka merupakan algojo terakhir saat drama adu penalti tersebut.
Saat menjadi eksekutor, Antonin Panenka berlari kecil ke arah bola.

Namun, dia tidak melepaskan tendangan keras melainkan melepaskan tembakan dengan arah bola yang lemah tapi melambung.

Aksi Panenka tersebut mengelabui kiper Jerman Barat, Sepp Meier, yang begerak ke kiri tapi Panenka hanya men-chip bola ke tengah gawang.

Mengapa gol ini indah? Momen tersebut adalah pilihan bagi sang eksekutor yaitu Antonin Panenka. Ada aspek kejutan, keberanian dalam situasi berisiko, serta teknik spektakuler yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.

Gol ini kemudian menjadi teknik dalam menembak penalti. Publik sepak bola dunia kemudian menamakannya dengan "teknik Panenka".

Cara ini kemudian diikuti oleh sejumlah bintang seperti Andrea Pirlo atau Francesco Totti, serta sejumlah pemain lainnya.

Namun, tetap saja, gol Panenka tetap berisiko dalam penalti dan tidak banyak pemain yang berani melakukannya.

5. Marco Van Basten

Gol Marco Van Basten terjadi saat timnas Belanda mengalahkan Uni Soviet pada laga final Piala Eropa 1998.

Van Basten ketika itu terpilih menjadi pemain terbaik sekaligus topskor turnamen lewat total lima gol.

Pada menit ke-54, ketika Belanda sudah unggul 1-0 lewat gol Ruud Gullit, Arnold Muhren memberikan umpan silang dari sisi kiri.

Bola umpan jauh tersebut terkesan akan terlalu jauh dan sulit dijangkau oleh Marco Van Basten.

Namun, Marco Van Basten membuat publik sepak bola saat itu terperangah karena dia tetap mampu memanfaatkannya dan bahkan membuat gol dengan bola umpan yang sulit tersebut.

Mengapa gol ini indah? Dari setiap ulasan terkait gol Marca Van Basten saat itu, banyak yang mendriskripsikan bahwa umpan Arnold Muhren terlalu jauh.

Meskipun akhirnya terjangkau tapi dari sudut tersebut dan dengan kecepatan bola umpannya, akan sangat sulit untuk menjadi gol.

Dalam situasi tersebut, biasanya, penerima bola akan menguasainya lebih dulu. Lalu membangun kembali serangan. Tapi, yangn dilakukan Marco Van Basten justru di luar dugaan.

"Ketidakmungkinan" gol bisa terjadi justru dibuat Marco Van Basten menjadi mungkin. Di sisi lain, gerakan Marco Van Basten saat melepaskan tembakan menjadi keindahan tersendiri.

Lalu aspek fist touch yang langsung dimanfaatkan Marco Van Basten menambah keindahan gol tersebut.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 Berita Piala Eropa lainnya:

VIDEO: Serunya Sesi Pemotretan Timnas Spanyol untuk Piala Eropa 2020

Profil Tim Piala Eropa 2020 - Makedonia Utara: Debut di Bawah Naungan Sinar Bintang Tua

  • Sumber: BBC Sport
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Dunia

    Minggu, 6 Juni 2021

    Alessandro Del Piero Jagokan Italia Tembus Semifinal Piala Eropa 2020

    Alessandro Del Piero memprediksi Italia akan melangkah ke semifinal Piala Eropa 2020.

    Bola Internasional

    Minggu, 6 Juni 2021

    Profil Stadion Piala Eropa 2020 - Johan Cruyff Arena: Stadion Modern yang Ramah Lingkungan

    Stadion Johan Cruyff Arena merupakan salah satu lokasi penyelenggaraan Piala Eropa 2020 (Euro 2020).

    Dunia

    Minggu, 6 Juni 2021

    Absen di Piala Eropa 2020, Timnas Belanda Beri Peran Lain untuk Virgil van Dijk

    Timnas Belanda dikabarkan akan memberikan peran baru kepada kapten Virgil van Dijk.

    Dunia

    Minggu, 6 Juni 2021

    Profil Tim Piala Eropa 2020 - Inggris: Bertabur Bintang Muda

    Berikut ini merupakan profil timnas Inggris yang mencoba meraih trofi mereka di pagelaran Piala Eropa.

    Terbaru

    Dunia

    Jumat, 24 September 2021

    Masashi Nakayama Jadi TopSkor J.League 1998, Obati Kecewa Jubilo Iwata

    Masashi Nakayama pemain Jepang ketiga berstatus topskor kasta teratas Liga Jepang saat menjadi pencetak gol terbanyak di J.League.

    Dunia

    Kamis, 23 September 2021

    Yoshikatsu Kawaguchi Jadi Kiper Hebat Dimulai dari Status Pemain Muda Terbaik J.League 1995

    Yoshikatsu Kawaguchi adalah kiper andalan timnas Jepang yang lahir dari J.League bersama Yokohama Marinos pada pertengahan 1990-an

    Dunia

    Selasa, 21 September 2021

    Daftar Terbaru 11 Pelatih Timnas Negara ASEAN untuk Piala AFF 2020

    Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) memastikan drawing terbaru Piala AFF 2020 akan terlaksana sore ini, Selasa (21/9/2021).

    Dunia

    Senin, 20 September 2021

    Takashi Hirano, si Petualang J.League yang Mengakhiri Karier di Kanada

    Takashi Hirano adalah gelandang yang bisa disebut pesepak bola petualang di J.League tetapi dia memilih pensiun setelah berkarier di Kanada

    Dunia

    Jumat, 17 September 2021

    Patrick Mboma Rela Tinggalkan PSG lalu Jadi TopSkor Pertama J.League asal Afrika

    Patrick Mboma bukan pemain asing asal Afrika pertama di J.League, tetapi dia adalah jadi topskor pertama asal Benua Hitam di Liga Jepang.

    Dunia

    Rabu, 15 September 2021

    Kazuaki Tasaka, Rookie Terbaik Edisi Kedua J.League yang Bersinar Sejak Pertama

    Rookie atau pemain baru terbaik J.League 1994 sangat layak diberikan kepada gelandang kelahiran Hiroshima atas nama Kazuaki Tasaka

    Dunia

    Selasa, 14 September 2021

    10 Stadion Paling Aneh di Dunia, Salah Satunya di Asia Paling Canggih

    Banyak hal yang membuat sebuah stadion sepak bola unik dan aneh, mulai dari lokasi, hingga teknologi.

    Dunia

    Selasa, 14 September 2021

    Kisah Marcel Sabitzer, Lepas Ban Kapten RB Leipzig demi Hias Bangku Cadangan Bayern Munchen

    Bayern Munchen akan melawat ke markas Barcelona untuk melakoni matchday 1 Grup E Liga Champions 2021-2022.

    Dunia

    Selasa, 14 September 2021

    AFC Tanggapi Usulan Piala Dunia 2 Tahun Sekali, Timnas Indonesia Ikut Diuntungkan

    Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhirnya angkat bicara tentang wacana dihelatnya Piala Dunia dua tahun sekali.

    Dunia

    Selasa, 14 September 2021

    Siap Lawan Vietnam sampai Indonesia, India Ajukan Proposal Ikut Piala AFF

    Memburu lawan tangguh dari ASEAN seperti Vietnam, Thailand, sampai Indonesia, India minat gabung Piala AFF
    X