5 Duel Seru Brasil vs Argentina: Kartu Merah Maradona hingga Insiden Air Suci

9 Juli 2021, 23:10 WIB
Penulis: Irfan Sudrajat
Editor: Irfan Sudrajat
Kapten timnas Argentina, Daniel Passarella (kiri) menguasai bola saat mendapatkan perlawanan dari pemain Brasil, Socrates pada Piala Dunia 1982.
Kapten timnas Argentina, Daniel Passarella (kiri) menguasai bola saat mendapatkan perlawanan dari pemain Brasil, Socrates pada Piala Dunia 1982. /(Twitter Futbolismo)

  • Brasil dan Argentina akan bertemu dalam final Copa America 2021, akhir pekan ini.
  • Brasil dan Argenitna memiliki rivalitas yang tajam sebagai dua tim raksasa di Amerika Selatan.
  • Berikut adalah 5 duel yang akan selalu dikenang dalam sejarah persaingan Brasil dan Argentina.

SKOR.id - Copa America 2021 akan mempertemukan dua tim raksasa dari Amerika Selatan: Brasil dan Argentina.

Duel Brasil vs Argentina ini merupakan final ideal karena sejarah panjang persaingan keduanya di sepak bola dunia.

Di sisi lain, baik Brasil dan Argentina merupakan negeri yang melahirkan banyak bintang dunia.

Dari Lionel Messi milik Argenitna hingga Neymar yang menjadi andalan Brasil di lini depan. Skuad masing-masing juga memiliki bintang terbaik pada saat ini.

Seperti Lautaro Martinez di Argentina dan Lucas Paqueta di Brasil. Banyak momen terjadi di masa lalu dari duel kedua tim besar ini.

 

Karena persiangan ini pula yang membuat final Copa America 2021 merupakan duel yang sangat menarik.

Ada lima duel sebelumnya yang menandai makin tajamnya rivalitas di antara kedua tim.

Skor.id merangkum momen klasik sekaligus ada sisi kontroversial dari sejarah pertemuan keduanya. Berikut lima laga yang selalu diingat dari rivalitas Brasil vs Argentina:

1. Tendangan Maradona untuk Baptista

Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol salah satu yang menandai terjadinya rivalitas antara Brasil vs Argentina.

Pertandingan yang terjadi pada 2 Juli 1982 tersebut, sekaligus menjadi awal dari munculnya Diego Maradona dalam dunia sepak bola.

Pada laga tersebut, Diego Maradona yang menjadi harapan Argentina justru gagal membawa negerinya lolos setelah kalah 1-3 dari Brasil.

Diego Maradona saat menendang Baptista dalam laga Piala Dunia 1982.
Diego Maradona saat menendang Baptista dalam laga Piala Dunia 1982. (Sporting-Heroes)

Pertandingan ini menjadi salah satu yang diingat karena Diego Maradona yang frustrasi kemudian menendang Joao Baptista yang baru dua menit masuk ke lapangan menggantikan Zico.

Karena aksinya tersebut, Diego Maradona pun mendapatkan kartu merah dan diusir dari lapangan pada menit ke-85.

2. Insiden "Air Suci"

Duel selanjutnya yang akan dikenang dari rivalitas kedua tim raksasa Amerika Selatan ini terjadi pada 20 Juni 1990, dalam kemenangan 1-0 Argentina atas Brasil.

Pada laga ini, tokohnya masih Diego Maradona yang sebelum pertandingan dikabarkan cedera.

Namun, dia justru bermain dan menciptakna satu-satunya gol setelah melewati lima pemain belakang.

Itu merupakan "kejaiban" karena banyak yang tidak menyangka Diego Maradona dapat bermain di pertandingan tersebut.

Laga ini juga menarik karena bek timnas Brasil yaitu Branco, mengatakan dirinya telah meminum air dari botol yang berisi obat.

Ilustrasi ketika pemain Brasil, Branco meminum air tim Argentina, yang diilustrrasikan oleh Cricket Soccer.
Ilustrasi ketika pemain Brasil, Branco meminum air tim Argentina, yang diilustrrasikan oleh Cricket Soccer. (Cricket Soccer)

Botol tersebut diberikan oleh salah satu staf pelatih Argentina kepada dirinya.

Setelah meminum air tersebut, Branco mengaku dirinya lemas dan sulit untuk melanjutkan pertandingan. Dia pun sempat terjatuh di lapangan setelah meminum air tersebut.

Ini menjadi salah satu insiden paling heboh dari rivalitas kedua tim yang dikenal dengan "holy water" atau "insiden air suci".

Selanjutnya, pihak Brasil mengirimkan gugatan tersebut kepada FIFA terkait insiden dugaan kesengajaan memberikan minuman yang berisi obat-obatan.

3. Lima Kartu Merah

Pertandingan ini diwarnai dengan pertandingan yang keras, intens, serta lima kartu merah. Laga ini terjadi dalam ajang Copa America di Santiago, Cile.

Pemain Argentina, Claudio Caniggia dan pemain Brasil yaitu Mazinho mengawali panasnya pertandingan ini ketika keduanya bertengkar saat laga memasuki menit ke-31.

Baca Juga: Copa America 2021: Jadwal, Hasil, dan Klasemen Lengkap

Lalu, 30 menit kemudian, Enrique dan Marcio Santos mendapatkan kartu merah karena alasan yang sama.

Sedangkan pada menit ke-80, pemain pengganti dari timnas Brasil yaitu Careca, diusir dari lapangan hanya dua menit setelah dia masuk sebagai pemain pengganti.

Ketika laga berakhir, nyaris terjadi perkelahian di antara para pemain dan membuat polisi masuk ke lapangan mengamankan situasi tersebut.

Mereka yang mendapatkan kartu merah adalah Carlos Enrique dan Claudio Caniggia (Argentina) lalu Mazinho, Marcio Bittercourt, dan Cereca Bianchezi (Brasil).

4. Gol Menit Terakhir Adriano

Argentina datang ke Copa America 2004 sebagai favrit dan mereka memang berhasil melangkah ke final, menghadapi Brasil.

Hingga menit terakhir jelang laga berakhir, Tim Tango masih memimpin 2-1, sebelum penyerang Brasil akhirnya mencetak gol dramatis penyama kedudukan menjadi 1-1.

Laga pun kemudian dilanjutkan dengan adu penalti. Penjaga gawang Brasil, Cesar tampil cemerlang dengan meredam dua tembakan penalti pemain Argentina.

Penyalamatan tersebut menjadi kunci dari sukses Brasil tampil sebagai juara Copa America untuk ketujuh kalinya.

5. Underdog Brasil

Laga ini terjadi dalam final Copa America 2007 uang digelar di Venezuela. Ketika itu, Brasil justru dinilai sebagai underdog di final lawan Argentina.

Pasalnya, saat itu, selain Robinho, Tim Samba tidak memiliki cukup bintang berkelas dunia di tim mereka.

Sebaliknya, Argentina justru terdiri dari pemain seperti Lionel Messi, Carlos Tevez, Juan Sebastian Veron, Javier Mascherano, Juan Roman Riquelme, Esteban Cambiasso, Roberto Ayala, hingga Javier Zanetti.

Pemain Argentina yang bertabur bintang seperti Juan Roman Riquelme (kanan) tampak kecewa setelah kalah dari Brasil pada Copa America 2007.
Pemain Argentina yang bertabur bintang seperti Juan Roman Riquelme (kanan) tampak kecewa setelah kalah dari Brasil pada Copa America 2007. (Twitter FC Barcelona)

Mereka tampil sebagai starter. Dengan komposisi tersebut, wajar jika kemudian Argentina diunggulan sebagai pemenang di final tersebut.

Namun, situasinya justru berbeda. Gol pertama timnas Brasil yang diciptakan Julio Baptista ketika laga baru berjalan 4 menit, sudhad cukup meluluhlantakkan Argentina.

Brasil pun tampil sebagai juara Copa America 2007 di Venezuela.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Copa America 2021 lainnya

Copa America 2021: Lionel Messi cs Didukung untuk Kalahkan Brasil dan Conmebol

Prediksi Bek Persija, Brasil Raih Gelar Ke-10 Copa America

  • Sumber: BBC Sport
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Dunia

    Kamis, 8 Juli 2021

    Jelang Argentina vs Brasil di Copa America 2021, Ini Kata Messi soal Neymar

    Dua bintang sepal bola dunia, Neymar dan Lionel Messi, akan bertemu pada final Copa America 2021, Minggu (11/7/2021) pagi WIB.

    Dunia

    Kamis, 8 Juli 2021

    Final Copa America 2021: Argentina Punya Rapor Buruk di Stadion Maracana

    Laga Argentina vs Brasil akan tersaji di final Copa America 2021 di Stadion Maracana.

    Dunia

    Kamis, 8 Juli 2021

    Rekor Pertemuan Brasil dan Argentina di Copa America: Tim Tango Lebih Unggul

    Argentina unggul dari segi head to head atas Brasil dalam 33 pertemuan mereka di ajang Copa America.

    Terbaru

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Link Live Streaming Sepak Bola Putri di Olimpiade Tokyo, Sabtu (24/7/2021)

    Laga sepak bola putri di Olimpiade Tokyo 2020 bisa disaksikan di Vidio.com.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Johor Darul Takzim, Raja di Malaysia dan Inspirasi Terbaik bagi Klub Asia Tenggara

    Johor Darul Takzim (JDT) menjadi salah satu klub raksasa yang patut menjadi contoh klub-klub di kawasan Asia Tenggara.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Lanjutan Liga Super Malaysia, Kurniawan Minta Saddil Ramdani Cs Balas Dendam

    Pelatih Sabah FC, Kurniawan Dwi Yulianto, memiliki optimisme tinggi jelang pertemuan lawan PJ City FC di lanjutan Liga Super Malaysia.

    Dunia

    Sabtu, 24 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Kualitas Liga Domestik Kunci Sukses Australia Menang atas Argentina

    Australia mengejutkan dunia ketika mereka mengalahkan Argentina, 2-0, di fase grup.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Ademir Santos, Pemain Jepang Kelahiran Brasil yang Kariernya Pendek

    Dari awal karier senior sampai pensiun muda, Ademir Santos hanya gabung dua klub yang main di Japan Soccer League serta J.League.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Lahirnya Samuel Eto'o dan Carlos Tevez

    Samuel Eto'o menjadi perhatian besar pada Olimpiade Sydney 2000 ketika timnas Kamerun tampil sebagai juara.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Pemain Korsel Enggan Jabat Tangan Usai Kalah dari Selandia Baru

    Pemain Korea Selatan diketahui melakukan tindakan tidak terpuji dengan menolak berjabat tangan dengan pemain Selandia Baru di Olimpiade Tokyo 2020.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Takefusa Kubo Sejak Awal Yakin Bisa Cetak Gol di Laga Jepang vs Afrika Selatan

    Winger muda timnas Jepang, Takefusa Kubo, sudah prediksikan sejak awal bakal mencetak gol di laga Olimpiade Tokyo 2020 melawan Afrika Selatan.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Pedri Dipaksa Main 66 Pertandingan dalam Setahun

    Pedri kini tercatat sudah bermain sebanyak 66 pertandingan dalam setahun.

    Dunia

    Jumat, 23 Juli 2021

    Generasi Emas Olimpiade: Munculnya Josep Guardiola dan Nwankwo Kanu

    Olimpiade 1992 ditandai tampilnya pemain muda Josep Guardiola dan Atalanta 1996 gol Nwankwo Kanu yang membawa Nigeria juara.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X